Selalu Kalah dari AC Milan, Cristian Chivu Mengaku Salah Taktik Usai Inter Dihajar 1-3

Selalu Kalah dari AC Milan, Cristian Chivu Mengaku Salah Taktik Usai Inter Dihajar 1-3

Terkini | okezone | Minggu, 1 November 2026 - 17:00
share

JAKARTA - Inter Milan kalah 1-3 dari AC Milan pada pekan kesepuluh Liga Italia 2026-2027, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Ini menjadi kekalahan ketiga Cristian Chivu ketika Inter Milan menghadapi AC Milan. 

1. Selalu Kalah

Sejak melatih Inter Milan, Cristian Chivu sudah 3 kali menghadapi AC Milan. Tim asuhannya itu selalu kalah dari AC Milan. 

“Menyakitkan, sungguh menyakitkan kalah dalam laga derbi—padahal kami maupun pihak lain memiliki ekspektasi yang berbeda, mengingat makna pertandingan ini dan apa yang harus kami pertahankan,” ujar Chivu, mengutip Sky Sport Italia, Minggu (1/11/2026).

“Hari ini kami harus melakukan improvisasi karena situasi yang harus dihadapi, yang baru muncul dalam beberapa hari terakhir. Kami mencoba mencari pemain yang siap untuk berjuang meski dalam kondisi sulit, tetapi itu memang berat,” ujarnya. 

Ia mengakui pendekatan yang diterapkannya keliru pada pertandingan itu. 

AC Milan vs Inter Milan (acmilan)

"Meski begitu, bukan berarti semuanya sia-sia; kami sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dan punya peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2, seandainya saja tidak digagalkan oleh penyelamatan Maignan. Sayangnya, kami justru kembali kebobolan tepat sebelum babak pertama berakhir,” tuturnya. 

Ia mengaku akan mengevaluasi pertandingan tersebut untuk dapat bangkit pada laga berikutnya. 

“Ini mengecewakan. Kami berharap bisa tampil lebih baik dari yang kami tunjukkan. Kami perlu memperbaiki pendekatan dan tekad—yang terkadang masih kurang—serta harus segera bangkit karena ada pertandingan penting lainnya dalam tiga hari ke depan,” ujarnya.

Pada laga itu, Inter Milan tertinggal 2 gol lebih dulu. Cristian Pulisic (4') dan Adrien Rabiot (10') membuat AC Milan unggul. Alessandro Bastoni sempat menghidupkan harapan Inter Milan lewat golnya pada menit ke-22. Namun, Diego Moreira membuat AC Milan kembali menjauh lewat golnya pada menit ke-43. 

 

2. Rotasi Pemain 

Chivu membuat beberapa kejutan besar dalam susunan pemain utamanya. Ia menerapkan formasi 3-4-2-1, dengan Petar Sucic dan Andy Diouf ditempatkan dalam peran yang lebih ofensif di belakang penyerang tunggal, Marcus Thuram. Meski kapten Lautaro Martinez absen karena cedera, ia tetap mempertahankan sistem satu penyerang dan tidak melakukan perubahan berarti hingga menit-menit akhir pertandingan.

“Kami terpaksa melakukan perubahan karena Pio Esposito sedang tidak sehat, sementara Bonny mengalami demam hingga pukul 16.30 dan muntah-muntah sepanjang malam, jadi kami harus berimprovisasi,” ungkap Chivu.

Wabah flu tengah melanda skuad. Kiper Ivan Provedel bahkan tidak masuk dalam daftar pemain cadangan karena mengalami gejala yang sama.

“Kami juga yakin itu adalah pilihan yang tepat, karena dengan menempatkan dua pemain di antara lini pertahanan lawan, dua pemain sayap ofensif, serta Andy Diouf yang bergerak mencari ruang, kami pikir itu adalah solusi terbaik yang kami miliki.”

“Sayangnya, hasilnya tidak sesuai harapan, meski ada beberapa hal positif yang kami tunjukkan—kami sempat menyulitkan Milan setelah meningkatkan intensitas permainan. Kami juga harus bertanggung jawab atas sikap awal kami dan kelambanan saat bertahan; kami perlu menemukan kembali tekad yang kami miliki musim lalu,” ujar Chivu.

Ini adalah kali kedelapan dalam 11 pertandingan kompetitif terakhir di mana Inter tertinggal lebih dulu. Dua laga sebelumnya, melawan Fiorentina dan Venezia, juga jauh dari performa impresif. Inter Milan meraih kemenangan berkat gol di menit-menit akhir serta dua gol bunuh diri lawan.

“Tidak mudah untuk terus bermain setiap tiga hari dengan rasa lapar yang sama setelah meraih kesuksesan di musim sebelumnya. Kami harus tampil dengan intensitas dan tekad yang lebih besar, dan itu dimulai dari pendekatan yang tepat sejak awal laga,” ucap Chivu.

Topik Menarik