Mendag Ungkap Nilai Transaksi Trade Expo Capai 131�ri Target
JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan lonjakan nilai transaksi dalam gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) merupakan hasil dari strategi penjajakan kesepakatan bisnis terstruktur yang disiapkan pemerintah bersama korporasi jauh hari sebelum pameran digelar.
Fasilitasi intensif yang telah dirintis sejak satu tahun sebelumnya tersebut terbukti efektif mengerek realisasi kontrak dagang hingga menembus 131 persen dari target yang ditetapkan.
Penyelenggaraan pameran ekspor tahunan ini mencatatkan kenaikan animo yang signifikan, baik dari sisi pembeli internasional maupun keterlibatan pelaku usaha nasional. Peningkatan skala pameran tersebut menjadi bukti nyata pulihnya kepercayaan pasar global terhadap daya saing produk ekspor asal tanah air.
"Kemarin dihadiri oleh lebih dari 9.600 buyer luar negeri, naik dibanding tahun lalu 8.045, sehingga kepercayaan buyer asing terhadap Indonesia sangat tinggi. Peserta pameran juga meningkat jadi 1.873 dari sebelumnya 1.500, artinya eksportir kita optimis bahwa perekonomian dan ekspor kita akan terus meningkat melalui Trade Expo," ujar Budi dalam paparannya di acara Rapimnas Kadin, Jumat, Jakarta (30/10/2026).
Capaian positif ajang promosi dagang ini sekaligus memperkuat tren kinerja neraca perdagangan nasional pada semester II-2026. Berdasarkan catatan berkala Kementerian Perdagangan dan Badan Pusat Statistik (BPS), neraca dagang Indonesia pada paruh kedua tahun 2026 konsisten mencetak surplus beruntun yang ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas, akselerasi hilirisasi industri, serta ekspansi pasar ke negara-negara nontradisional di tengah perlambatan ekonomi global.
Kehadiran ribuan pemodal asing dalam pameran tersebut digerakkan melalui instruksi terukur bagi seluruh perwakilan dagang di luar negeri. Kementerian Perdagangan menetapkan kewajiban khusus bagi para duta besar hingga konsul jenderal untuk menjaring importir kredibel dari wilayah penugasan masing-masing.
"Negara asal buyer terbesar yang datang itu pertama India, Malaysia, RRT, Arab Saudi, dan Taiwan. Kita mempersyaratkan Dubes dan Konjen kalau pulang harus membawa buyer minimal sekian, sehingga angkanya bisa mencapai 9.600 orang," kata Budi.
Budi menegaskan bahwa penandatanganan ratusan nota kesepahaman sejak hari pertama pembukaan bukanlah kesepakatan instan yang terjadi secara mendadak di arena pameran. Realisasi kontrak dagang bernilai jumbo tersebut merupakan buah dari kurasi matang dan pertemuan tatap muka daring yang difasilitasi kementerian secara berkesinambungan.
"Kita bekerja setahun sebelumnya dengan melakukan business matching sebelum eksportir pameran, sehingga hari pertama bisa langsung tanda tangan 168 MoU karena sudah difasilitasi secara online. Tidak mungkin baru ketemu empat hari langsung tanda tangan, persiapan panjang inilah yang membuat total kesepakatan selama lima hari meningkat menjadi 426 MoU," jelasnya.
Efektivitas skema kurasi dini tersebut pada akhirnya mengerek total komitmen transaksi perdagangan melampaui proyeksi awal pemerintah. Dominasi pembelian dari negara-negara mitra strategis di Asia, Timur Tengah, hingga Eropa kian mempertebal kontribusi devisa hasil ekspor bagi ketahananbekonomi domestik.
"Importir paling besar berasal dari India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Capaian transaksi dari Trade Expo tercatat sebesar 131 persen dari total yang kita targetkan 17,5 miliar dolar AS," jelas Budi.










