Terungkap! Ini Peran 19 Pelaku Tawuran Maut di Jakbar, Ada Kapten hingga Admin Medsos
JAKARTA – Polisi menangkap 19 orang terkait tawuran yang menewaskan satu orang di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Para pelaku yang ditangkap memiliki peran berbeda, mulai dari kapten atau pemimpin gangster hingga admin media sosial yang mengumbar tantangan tawuran.
“19 tersangka yang terdiri dari anak-anak dan dewasa. Di sini adalah pelaku yang dewasa 7 orang, dan mereka yang memimpin pasukan tersebut, tawuran tersebut. Kemudian kita juga mengamankan 12 anak-anak,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi, dikutip Kamis (29/10/2026).
Nasriadi menjelaskan, terdapat tiga orang yang berperan sebagai pelaku utama pengeroyokan terhadap korban hingga berujung tewas, sedangkan pelaku penyiraman air keras kepada korban masih diburu. Polisi juga telah menyita akun media sosial dan mengamankan admin akun tersebut.
“Akunnya telah kita amankan, adminnya telah kita amankan,” ujarnya.
Dia menerangkan, aksi tawuran itu melibatkan empat gangster sekaligus, yakni Geng Popeye, Batavia, Bonsai, dan Samudra. Tawuran berawal dari ajakan melalui media sosial dengan berbagai kode, mulai dari 'berangkat' hingga 'serang'.
“RM ini adalah sebagai admin dari medsos yang namanya Samudra. Dia adalah aktor intelektualnya yang mengajak, yang memposting, memprovokasi, kemudian melakukan bujuk rayu, dan salah satu pelaku, dia juga pelaku pembacokan tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia, ini adalah orangnya," ujarnya.
"Sedangkan A, dia adalah admin dari medsos namanya Batavia. Juga mengajak, mengajak kawan-kawannya, mengajak anak-anak. Jadi mereka berdua ini adalah admin, mengajak anak-anak untuk melakukan tawuran. Dan dua admin lagi adalah anak-anak yang mereka berhadapan dengan hukum," imbuhnya.
Peristiwa maut itu terjadi pada Senin 26 Oktober, sekitar pukul 03.15 WIB. Polisi awalnya menerima laporan masyarakat mengenai seorang pria yang ditemukan tergeletak di lokasi kejadian.
Petugas kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh serta luka pada wajah yang diduga berkaitan dengan penyiraman air keras.










