Mauro Jeronimo Kesal meski Borneo FC Menang 2-1 atas PSS Sleman di Super League 2026-2027
BORNEO FC mengamankan tiga poin setelah mengalahkan PSS Sleman dengan skor 2-1 pada pekan ketujuh Super League 2026-2027. Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, agak kecewa meski timnya merebut kemenangan dalam laga tersebut.
Kekecewaan itu masuk akal karena Borneo FC menghadapi tuan rumah yang bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, tetapi justru tak bisa mendominasi. Pesut Etam -julukan Borneo FC- tetap mendapat tekanan hingga menit-menit akhir di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada Selasa 27 Oktober 2026 sore WIB.
1. Borneo FC Buang Banyak Peluang
Mauro Jeronimo menyoroti banyaknya peluang yang gagal dikonversi menjadi gol sehingga timnya harus menghadapi situasi sulit menjelang pertandingan berakhir. Menurut Mauro Jeronimo, Borneo FC sebenarnya memiliki kesempatan untuk unggul lebih jauh sejak babak pertama.
Namun, kurangnya efektivitas penyelesaian akhir membuat Pesut Etam gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang tercipta. Berdasarkan statistik pertandingan, Borneo FC mencatatkan 14 tembakan dengan hanya tiga di antaranya mengarah ke gawang.
Sementara itu, PSS Sleman justru melepaskan 23 tembakan, termasuk tujuh yang tepat sasaran, meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 43. Beruntung, Borneo FC berhasil memenangkan pertandingan lewat dua gol Dandy Sonriza (38'), dan Hugo Samir (75').
"Pertandingan yang seru. Menurut saya, tim bermain dengan baik di babak pertama kami tampil apik. Saya tidak ingat persis angkanya, tetapi seharusnya kami bisa unggul setidaknya 3-0 sebelum jeda babak pertama, kami menyia-nyiakan banyak peluang," kata Mauro Jeronimo, Okezone mengutip dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Kamis (29/10/2026).
Mauro Jeronimo menilai persoalan efektivitas tidak hanya terjadi pada babak pertama, tetapi juga berlanjut setelah turun minum. Menurutnya, Borneo FC menciptakan banyak peluang sepanjang pertandingan, tetapi tidak mampu memaksimalkannya untuk mengamankan kemenangan dengan lebih nyaman.
"Situasi yang sama kembali terjadi di babak kedua, mungkin ini adalah salah satu pertandingan selama masa kepelatihan saya di mana kami menciptakan begitu banyak peluang," tutur Jeronimo.
Pelatih asal Spanyol itu juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan kualitas PSS Sleman, terutama ketika bermain di hadapan pendukung sendiri. Dia menilai kegagalan mencetak gol tambahan membuat lawan tetap memiliki kesempatan untuk memberikan perlawanan.
"Dalam sepak bola, kita harus mencetak lebih banyak gol, apalagi Sleman adalah tim yang bagus dan bermain di kandang dengan dukungan suporternya," imbuhnya.
Borneo FC memperoleh keuntungan jumlah pemain setelah Stefan Ashkovski menerima kartu kuning kedua pada menit ke-43. Meski PSS harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, Jeronimo menegaskan bahwa situasi tersebut tidak otomatis menjamin kemenangan bagi timnya.
"Meskipun Sleman mendapatkan kartu merah, kemenangan belum tentu terjamin. Dalam sepak bola, jalannya pertandingan bisa berubah drastis bahkan ketika salah satu tim bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit," kata pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
2. Minta Pemain Borneo FC Fokus Penuh
Maurno Jeronimo mengaku telah mengingatkan para pemain mengenai kemungkinan perubahan situasi pertandingan saat memasuki babak kedua. Ia ingin anak asuhnya tetap menjaga konsentrasi dan tidak menganggap keunggulan jumlah pemain sebagai alasan untuk mengendurkan permainan.
Pelatih Borneo FC itu kembali menegaskan bahwa efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi. Menurutnya, Pesut Etam seharusnya bisa memastikan kemenangan lebih awal jika mampu memanfaatkan peluang yang tersedia.
"Para pemain pun menyadari hal itu. Sejujurnya, kami tidak perlu bersusah payah di menit-menit akhir punya banyak kesempatan untuk mengunci kemenangan lebih awal, tetapi kami gagal memanfaatkannya. Begitulah sepak bola jika tidak mencetak gol justru memberi lawan kesempatan," tutup Mauro Jeronimo.










