Siklon Arnab Terjang India, Lebih dari 130 Ribu Warga Dievakuasi
NEW DELHI — Ribuan warga di Negara Bagian Andhra Pradesh, India Selatan dievakuasi pada Rabu (27/10/2026) saat Siklon Arnab mendekati sepanjang pesisir tenggara negara tersebut, membawa hujan lebat dan angin kencang.
Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Andhra Pradesh menyatakan bahwa proses pendaratan (landfall) siklon tersebut sempat tidak bergerak selama dua jam.
“Ada kemungkinan siklon akan fully melintasi garis pantai pada sore hari. Angin kencang dan hujan masih terus terjadi di sepanjang pesisir. Masyarakat diminta untuk tetap waspada hari ini,” ungkap otoritas tersebut melalui platform X, sebagaimana dilansir TRT.
Menurut laporan All India Radio, pihak berwenang di Andhra Pradesh telah memindahkan 84.396 orang ke 290 tempat penampungan, dari total 2.199 tempat penampungan yang disiapkan di seluruh negara bagian tersebut.
Di negara bagian tetangga, Odisha, sebanyak 48.000 orang lainnya telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, lapor All India Radio.
Siklon yang mulai mendarat pada Rabu pagi tersebut menyebabkan gangguan luas; angin kencang menumbangkan pepohonan dan merusak infrastruktur lokal, demikian dilaporkan penyiar tersebut.
Pihak berwenang di Andhra Pradesh dan Negara Bagian Odisha di wilayah timur juga memerintahkan penutupan sekolah sebagai langkah pencegahan. Kegiatan penangkapan ikan dihentikan, sementara tim penyelamat disiagakan untuk merespons situasi darurat.
Pemerintah wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar juga memerintahkan sekolah-sekolah untuk tetap ditutup selama dua hari, terhitung sejak Selasa (26/10/2026).
Departemen Meteorologi India menyatakan bahwa tekanan udara rendah yang kuat di wilayah tengah-timur dan tenggara Teluk Benggala telah bergerak ke arah barat dan meningkat kekuatannya menjadi Siklon Arnab.









