Prabowo Panggil Kepala BMKG ke Istana, Bahas Karhutla dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Prabowo Panggil Kepala BMKG ke Istana, Bahas Karhutla dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Nasional | okezone | Senin, 26 Oktober 2026 - 15:31
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Teuku Faisal mengatakan, dalam rapat terbatas tersebut, dirinya akan melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi kepada Presiden Prabowo.

“Saya baru tiba untuk rapat terbatas dengan Bapak Presiden. Saya kira nanti akan ada banyak hal yang dibahas. Kami juga sudah menyiapkan banyak bahan, mulai dari perkembangan karhutla dan bagaimana penanganannya ke depan, kemudian persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi,” kata Faisal setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Faisal mengatakan, akan menyampaikan keterangan kepada awak media setelah rapat terbatas dengan Presiden Prabowo.

“Namun, banyak hal yang akan dibahas. Saya juga akan memastikan kembali nanti setelah rapat selesai,” ujarnya.

 

Pada kesempatan itu, Faisal menegaskan, bahwa BMKG akan bekerja keras mendukung upaya penanganan karhutla, khususnya di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Di Kalimantan Tengah, potensi pertumbuhan awan cukup tinggi mulai hari ini hingga lima hari ke depan. Sementara itu, di Sumatera Selatan, potensinya tinggi mulai besok hingga lima hari berikutnya,” ujarnya.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan Bapak Menko PMK, kami bekerja sama dengan BNPB, Kementerian Kehutanan, dan TNI,” tambah Faisal.

Terkait luas wilayah yang masih terbakar, Faisal meminta awak media mengonfirmasi informasi tersebut kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi.

“Untuk luasannya, nanti silakan dikonfirmasi kepada Kepala BNPB agar informasinya satu pintu. Terkait luasan, memang ada sedikit perbedaan data. Tim teknis biasanya duduk bersama untuk memastikan dan mengklarifikasi secara terperinci berapa luas lahan yang sudah terbakar sejauh ini,” pungkasnya.

Topik Menarik