Kabar Duka, Petugas Pemadam Karhutla Sumut Sudadani Meninggal Dunia
JAKARTA - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kementerian Kehutanan. Sudadani, personel Manggala Agni yang bertugas di Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS), meninggal dunia pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di RSUD Sintang karena sakit.
Sudadani sehari-hari bertugas di Resor Nanga Bungan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) IV. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga besar kehutanan, khususnya rekan-rekan yang selama ini bersama-sama menjalankan tugas menjaga kelestarian hutan Indonesia.
Melalui unggahan di akun Instagram @gakkum_kehutanan, keluarga besar Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) Kehutanan menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Sudadani.
Ia dikenang sebagai sosok yang tangguh, bersahabat, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas. Pengabdian tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hutan dan kelestarian alam Indonesia.
Ucapan duka cita juga disampaikan keluarga besar Balai Taman Nasional Batang Gadis. Mereka mengenang jasa dan pengabdian almarhum dalam menjaga hutan serta melestarikan alam Tanah Air.
“Terima kasih atas dedikasi dan pengabdianmu dalam menjaga hutan serta kelestarian alam Indonesia. Semangat dan jasa-jasamu akan selalu dikenang,” demikian pesan belasungkawa yang disampaikan keluarga besar Balai Taman Nasional Batang Gadis, Senin (26/10/2026).
Kepergian Sudadani menjadi kehilangan bagi keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya. Dedikasi para petugas di lapangan, termasuk Manggala Agni, merupakan bagian penting dalam upaya perlindungan hutan dan kawasan konservasi.
Keluarga besar Ditjen Gakkum Kehutanan turut mendoakan agar Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima amal ibadah dan amal baiknya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Selamat jalan, pejuang rimba. Pengabdianmu untuk kelestarian hutan Indonesia akan selalu dikenang.









