Demi Salip Veda Ega Pratama, Hakim Danish Diminta Segera Bangkit di Moto3 Australia 2026
KUALA LUMPUR – Chief Executive Officer (CEO) Sepang International Circuit (SIC), Azhan Shafriman Hanif, memberikan dukungan penuh kepada pembalap muda Malaysia, Hakim Danish Ramli. Rival sengit pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, di jenjang junior Asia tersebut diharapkan bisa segera menemukan kembali performa terbaiknya menjelang akhir musim Moto3 2026.
Pihak pengelola sirkuit menaruh harapan besar pada pembalap berusia 19 tahun ini untuk menjadi daya tarik utama bagi para pendukung tuan rumah. Kehadirannya diproyeksikan mampu mendongkrak antusiasme penonton pada gelaran GP Malaysia yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 mendatang.
Perjalanan Danish pada musim debutnya di kelas Moto3 terbilang cukup impresif setelah berhasil mengemas tujuh kali finis di posisi 10 besar. Pembalap bertalenta ini sukses meraih podium ketiga di Sirkuit Mugello, Italia serta mengamankan kemenangan perdana kariernya di Brno, Republik Ceko pada Juni lalu.
Kendati demikian, performa pesaing dekat Veda Ega tersebut mengalami penurunan dalam beberapa seri terakhir. Situasi ini memicu perhatian dari manajemen SIC yang terus memantau grafik penampilannya di lintasan.
1. Pujian dan Harapan dari CEO Sepang
Bos SIC menegaskan pencapaian Danish di tahun pertamanya sudah tergolong luar biasa untuk ukuran seorang rookie. Naik podium di ajang tingkat dunia bukanlah perkara mudah bagi pembalap pemula.
"Saya pikir Danish telah tampil sangat baik untuk tahun pertamanya. Sangat sulit untuk bisa finis di podium pada level kompetisi seperti ini," ujar Shafriman, dikutip dari New Straits Times, Rabu (21/10/2026).
"Dia telah membuktikan kemampuannya dengan meraih satu kemenangan dan satu podium musim ini. Menggapai hal tersebut di tahun pertama adalah pencapaian yang luar biasa," tambahnya.
Meskipun memuji bakat Danish, Shafriman tidak memungkiri adanya dinamika performa yang dialami sang pembalap sepanjang musim ini. Ia berharap pembalap muda Malaysia itu dapat bangkit dan menunjukkan perlawanan sengit pada sisa balapan yang ada.
2. Fokus di Sisa Seri Balapan
Danish sendiri merupakan jebolan program pembinaan pembalap roda dua milik SIC yang dibina melalui skema ZK Racing di bawah arahan mantan pembalap Zulfahmi Khairuddin. Pembinaan panjang ini menjadikan Danish sebagai salah satu talenta terbaik yang melahirkan rivalitas menarik dengan pembalap muda Indonesia seperti Veda Ega Pratama di kancah internasional.
Pada balapan terakhir di GP Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Danish harus puas finis di urutan ke-14 setelah melewati akhir pekan yang cukup berat. Hasil tersebut menempatkannya di posisi kesembilan klasemen sementara Moto3 dengan raihan 103 poin, tertinggal delapan angka dari Veda yang duduk di posisi kedelapan.
Sebelum tampil di hadapan publik sendiri di Malaysia, Danish akan terlebih dahulu berlaga pada GP Australia pada 23–25 Oktober 2026. Balapan di Sirkuit Phillip Island tersebut menjadi kesempatan krusial baginya untuk mengembalikan kepercayaan diri sebelum tampil di kampung halaman.










