Segini Jumlah Air Putih yang Harus Diminum Sehari agar Tekanan Darah Tetap Normal
MINUM air putih bukan sekadar cara menghilangkan dahaga. Kebiasaan ini juga berperan penting dalam menjaga fungsi tubuh, termasuk membantu mempertahankan tekanan darah tetap sehat.
Namun, berapa banyak air yang sebenarnya perlu diminum setiap hari agar manfaatnya optimal? Penting mengetahui jumlah pastinya agar tubuh tetap sehat.
1. Jumlah Air Putih yang Harus Diminum Sehari
Dikutip dari Verywell Health, minum sekitar 6 hingga 8 cangkir air putih sehari dapat membantu menjaga tekanan darah. Meski begitu, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda dan sebagian orang dewasa mungkin membutuhkan lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidrasi hariannya.
Tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua orang dalam menjaga tekanan darah. Namun umumnya, orang dewasa disarankan memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air secara teratur sepanjang hari.
Perempuan dewasa umumnya membutuhkan sekitar 9 cangkir cairan per hari, sedangkan laki-laki membutuhkan sekitar 13 cangkir. Jumlah ini juga perlu mempertimbangkan cairan yang diperoleh dari makanan, seperti buah-buahan, sayuran, dan produk susu.
Kebutuhan tersebut dapat berubah tergantung beberapa faktor, mulai dari usia, berat badan, tingkat aktivitas fisik, kondisi lingkungan, hingga kesehatan tubuh. Orang yang banyak beraktivitas atau berada di lingkungan panas mungkin membutuhkan asupan cairan lebih banyak.
Karena itu, anjuran minum delapan gelas sehari sebaiknya dipahami sebagai panduan praktis, bukan aturan mutlak yang harus diterapkan dengan jumlah persis sama kepada setiap orang. Kecukupan cairan membantu tubuh menggantikan air yang hilang melalui proses alami, seperti berkeringat, bernapas, dan buang air kecil.
2. Dampak jika Tubuh Kurang Cairan
Jika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan, dehidrasi dapat memengaruhi mekanisme yang mengatur tekanan darah. Sebuah penelitian mengungkap jika orang yang minum enam hingga delapan cangkir air putih setiap hari memiliki risiko hipertensi lebih rendah dibandingkan mereka yang minum lebih sedikit.
Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti bahwa semakin banyak air yang diminum, semakin rendah pula tekanan darah seseorang. Kecukupan cairan merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan, bukan satu-satunya faktor yang menentukan tekanan darah.
Dehidrasi dapat memengaruhi tekanan darah melalui beberapa mekanisme. Ketika tubuh kekurangan cairan, kadar hormon angiotensin II dapat meningkat dan menyebabkan pembuluh darah menyempit. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Kekurangan cairan juga dapat memicu respons sistem saraf simpatik yang berperan dalam reaksi fight-or-flight. Respons tersebut dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, perubahan keseimbangan natrium dalam tubuh dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah.
Bagi orang yang sering lupa minum, memenuhi kebutuhan cairan bisa dimulai dengan kebiasaan sederhana. Salah satunya adalah menyediakan botol minum yang mudah dibawa sehingga air putih selalu tersedia ketika dibutuhkan.
Minum secara bertahap sepanjang hari juga bisa membantu. Tidak perlu menunggu hingga merasa sangat haus untuk mulai minum, terutama ketika sedang beraktivitas atau berolahraga.
3. Opsi Minuman Lain jika Bosan Minum Air Putih Biasa
Jika bosan dengan air putih biasa, bisa mencoba air berkarbonasi tanpa tambahan gula atau menambahkan sedikit sari buah untuk memberi rasa. Pilihan lain, seperti minuman elektrolit atau air kelapa, dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan.
Yang tidak kalah penting, perhatikan kebutuhan cairan ketika cuaca panas atau aktivitas fisik meningkat. Dalam kondisi seperti ini, tubuh dapat kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat sehingga asupannya perlu disesuaikan.
Meski mencukupi kebutuhan cairan penting bagi kesehatan, minum air dalam jumlah berlebihan bukan berarti lebih baik. Sebagian orang justru perlu membatasi asupan cairan karena kondisi medis tertentu.
Orang dengan penyakit ginjal kronis yang sudah berat, misalnya, dapat mengalami peningkatan tekanan darah jika mengonsumsi terlalu banyak cairan. Sementara itu, penderita gagal jantung mungkin perlu membatasi asupan cairan sesuai arahan dokter.
Karena itu, orang yang memiliki penyakit kronis atau sedang menjalani pengobatan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengubah kebiasaan minumnya secara signifikan.









