Jangan Asal Sarapan! Dokter Ungkap Pentingnya Asupan Bergizi di Pagi Hari
JAKARTA, iNews.id – Sarapan bukan sekadar rutinitas untuk mengisi perut sebelum memulai aktivitas. Asupan makanan pada pagi hari juga perlu diperhatikan agar kebutuhan energi dan zat gizi tubuh terpenuhi, terutama bagi masyarakat dengan aktivitas padat.
Kesibukan sering membuat banyak orang memilih makanan yang mudah didapat tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya. Gorengan, makanan cepat saji, atau menu yang minim serat kerap menjadi pilihan karena praktis dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk disiapkan.
Padahal, pola makan yang kurang seimbang dapat memengaruhi kesehatan jika berlangsung terus-menerus. Karena itu, membangun kebiasaan makan yang lebih sehat dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk memperhatikan menu sarapan sehari-hari.
Dalam Podcast Wawancanda, Praktisi Kesehatan dr. Rianti menyampaikan pentingnya memulai perubahan kebiasaan hidup melalui sarapan sehat setiap hari.
"Perubahan kebiasaan dimulai dari sarapan yang sehat setiap hari," kata dr. Rianti dalam materi podcast tersebut, dikutip Selasa (20/10/2026).
Sarapan yang baik sebaiknya tidak hanya berorientasi pada rasa kenyang. Kandungan gizi dalam makanan juga perlu diperhatikan, termasuk serat, protein, serta zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.
Pilihan menu sarapan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas masing-masing orang. Oat, buah-buahan, telur, sayuran, serta sumber protein lainnya dapat dikombinasikan untuk menghasilkan menu yang bervariasi.
Bagi masyarakat yang memiliki waktu terbatas pada pagi hari, menyiapkan bahan makanan sejak malam sebelumnya juga dapat menjadi cara untuk menjaga kebiasaan sarapan tanpa harus mengorbankan waktu beraktivitas.
Selain memperhatikan menu, pola makan sehat perlu dibarengi kebiasaan hidup lainnya, seperti rutin bergerak, menjaga kualitas tidur, dan membatasi konsumsi makanan tinggi gula, garam, serta lemak jenuh.
Jangan Hanya Mengejar Praktis, Perhatikan Kandungan Gizi
Pilihan sarapan praktis semakin beragam, mulai dari buah potong dan telur rebus hingga oatmeal dan minuman sereal. Namun, kemudahan penyajian sebaiknya tetap diimbangi dengan perhatian terhadap kandungan gizi.
Oat, misalnya, mengandung beta-glukan, yaitu serat larut yang telah diteliti manfaatnya dalam membantu menurunkan kadar kolesterol LDL apabila dikonsumsi dalam jumlah yang memadai sebagai bagian dari pola makan sehat.
Sementara itu, buah-buahan dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dan menyediakan berbagai vitamin serta mineral. Sumber protein, seperti telur dan susu, juga dapat menjadi bagian dari menu sarapan sesuai kebutuhan individu.
Tidak ada satu jenis makanan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan gizi tubuh. Karena itu, variasi makanan dan keseimbangan asupan sepanjang hari tetap menjadi hal penting.
Sarapan juga bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan seseorang. Kualitas makanan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan faktor kesehatan lainnya turut memengaruhi risiko penyakit metabolik.
Sereal Bisa Menjadi Pilihan, tetapi Tetap Perhatikan Komposisinya
Salah satu pilihan sarapan yang praktis adalah minuman sereal berbasis oat. Dalam Podcast Wawancanda yang dipandu Abdel Achrian, komedian Melki Bajaj menceritakan kebiasaannya mengonsumsi minuman sereal Bioserea pada pagi hari.
Kreator Konten Danu Alqamara Gaet 2 Juta Pengikut di TikTok, Berawal dari Video Slowmo sejak Pandemi
Dia bahkan sempat merasa ada yang kurang ketika lupa meminumnya karena terburu-buru berangkat ke lokasi syuting. Pengalaman tersebut menggambarkan bagaimana pilihan makanan atau minuman tertentu dapat menjadi bagian dari rutinitas pagi seseorang.
Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan informasi nilai gizi, komposisi, takaran saji, serta kandungan gula pada produk yang dipilih. Klaim manfaat kesehatan juga perlu dinilai berdasarkan bukti ilmiah yang mendukungnya.
Produk pangan tidak dapat menggantikan pola makan seimbang maupun penanganan medis bagi orang yang telah didiagnosis mengalami gangguan kesehatan tertentu.









