Media Vietnam Ikut Senang Timnas Indonesia Bakal Lawan Portugal di Piala Dunia dan Festival U-15 2026
MEDIA Vietnam menyoroti antusiasme luar biasa masyarakat Indonesia dalam menyambut turnamen Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026. Pasalnya di turnamen kelompok muda itu, Timnas Indonesia U-15 akan menjajal kekuatan raksasa sepakbola Eropa, yakni Portugal.
Pemberitaan di Indonesia mengenai Piala Dunia dan Festival U-15 2026 itu ternyata mendapat perhatian khusus dari media Vietnam, The Thao 247. Turnamen sepak bola usia muda edisi perdana tersebut rencananya digelar di Baku, Azerbaijan, pada 22 hingga 30 Oktober.
Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia U-15 tergabung di Grup G bersama lima negara lainnya, yaitu Bangladesh, Burundi, Fiji, Wales, dan Portugal. Kesempatan bertanding langsung menghadapi Portugal inilah yang memicu luapan semangat di kalangan pencinta sepak bola nasional.
Guna mengarungi persaingan ketat di ajang dunia ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merespons cepat dengan menunjuk Furqon Alkatiri. Mantan pelatih Persija U-20 tersebut dipercaya melatih Timnas Indonesia U-15 dalam kiprah perdana mereka di panggung global.
1. Format Unik 8 vs 8 demi Pengalaman Internasional
Langkah FIFA menyelenggarakan turnamen ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Ia menilai kejuaraan ini sebagai fondasi krusial bagi pembinaan pemain sejak dini.
"Ini merupakan langkah besar dari FIFA untuk menumbuhkan rasa cinta sepak bola pada anak-anak serta memperkuat pengembangan bakat-bakat muda sejak usia dini," ujar Erick Thohir, dikutip dari The Thao 247, Selasa (20/10/2026).
"Kesempatan ini memberikan pengalaman berharga bagi talenta muda Indonesia untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional, mengasah keterampilan, dan belajar dari berbagai budaya sepak bola yang berbeda,” tambahnya.
Turnamen edisi 2026 ini menerapkan format yang tidak biasa dibanding ajang resmi FIFA lainnya, yaitu pertandingan 8 lawan 8 (8v8) dengan durasi 2 x 20 menit di setiap laga.
2. Laga Penting untuk Skuad Garuda Asia
Sistem kompetisi dibagi ke dalam dua fase utama, yakni babak kualifikasi berbasis poin untuk penentuan peringkat serta fase lanjutan berdasarkan tingkat performa tim.
Melalui format khusus ini, setiap negara peserta dipastikan melakoni 8 hingga 10 pertandingan sepanjang turnamen. Pendekatan tersebut dirancang agar para pemain muda fokus menyerap pengalaman bertanding ketimbang terbebani oleh tekanan hasil semata.









