Segini Hadiah Uang yang Diraih Ganda Putra Fajar/Fikri Usai Juara Denmark Open 2026
ODENSE – Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, tidak hanya sukses membawa pulang trofi dari ajang Denmark Open 2026. Keberhasilan menaiki podium tertinggi di Odense, Denmark, pada Minggu 18 Oktober 2026 malam WIB tersebut turut menggemukkan kantong pasangan Merah Putih.
1. Hadiah yang Diterima
Sebagai kampiun di turnamen berlevel BWF World Tour Super 750 ini, Fajar/Fikri berhak mengantongi hadiah uang tunai sebesar 70.300 dolar AS. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, nominal tersebut setara dengan Rp1,26 miliar.
Ajang Denmark Open 2026 sendiri menyediakan total hadiah keseluruhan mencapai 950.000 dolar AS. Besaran uang pembinaan disesuaikan dengan babak terakhir yang berhasil dicapai oleh para kontestan di setiap sektor ganda.
Pasangan yang finis sebagai runner-up mendapatkan 33.250 dolar AS, sedangkan semifinalis membawa pulang 13.300 dolar AS. Sementara itu, kontestan yang terhenti di perempatfinal mengantongi 5.937,50 dolar AS, babak 16 besar mengemas 3.087,50 dolar AS, dan peserta yang gugur di babak pertama mengumpulkan 950 dolar AS.
Selisih hadiah yang mencapai 37.050 dolar antara posisi juara dan runner-up membuat keberhasilan Fajar/Fikri menyegel gelar juara memberikan dampak finansial yang sangat signifikan.
Gelar juara dipastikan Fajar/Fikri usai tampil amat dominan di Jyske Bank Arena. Pasangan unggulan ketiga ini membungkam wakil Malaysia yang menjadi unggulan keempat, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dua gim langsung dengan skor telak 21-8 dan 21-11.
Kemenangan ini terasa makin manis karena berhasil menghapus bayang-bayang kegagalan pada edisi tahun lalu. Pada Denmark Open sebelumnya, Fajar/Fikri harus puas menjadi runner-up usai ditundukkan ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, di babak final.
"Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open," ungkap Fajar melalui keterangan resmi PBSI pada Senin (19/10/2026).
2. Motivasi Bangkit Usai Hasil Asian Games 2026
Fajar mengakui bahwa raihan medali perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 September lalu—akibat kalah dari pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang—menjadi lecutan motivasi tersendiri. Hasil kurang memuaskan di ajang multievent tersebut justru memacu semangat mereka untuk meluas di Denmark.
"Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi," tutur Fajar menambahkan.
Sementara itu, Fikri yang kini berusia 26 tahun menegaskan pentingnya menjaga pola pikir untuk selalu memulai kompetisi dari nol. Luapan emosi dan teriakan penuh semangat di lapangan menjadi caranya meluapkan kekecewaan masa lalu sekaligus memperbaiki catatan prestasinya.
"Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga. Seperti tadi main di final, sayang banget kalau enggak semangat makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin," kata Fikri memungkas.










