Juara Denmark Open 2026, Fajar/Fikri Bayar Kegagalan di Asian Games

Juara Denmark Open 2026, Fajar/Fikri Bayar Kegagalan di Asian Games

Olahraga | okezone | Senin, 19 Oktober 2026 - 15:39
share

ODENSE – Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil menjadi juara Denmark Open 2026 Super 750. Keduanya menganggap prestasi ini sebagai penebusan kegagalan meraih medali emas Asian Games 2026 di nomor individu.

Fajar/Fikri yang berstatus unggulan ketiga tampil dominan saat menghadapi Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada final di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark pada Minggu 18 Oktober 2026 malam WIB. Mereka menaklukkan pasangan unggulan keempat asal Malaysia itu dalam dua gim langsung dengan skor 21-8 dan 21-11.

1. Bayar Kegagalan

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri meraih medali perunggu Asian Games 2026 (Foto: NOC Indonesia)

Keberhasilan tersebut sekaligus menebus hasil kurang maksimal Fajar/Fikri pada nomor perorangan Asian Games September 2026. Mereka harus puas membawa pulang medali perunggu setelah kalah dari pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang, pada babak semifinal.

Selain membayar kegagalan di Asian Games, Fajar/Fikri juga berhasil menuntaskan rasa penasaran di Denmark Open. Pada edisi 2025, mereka harus mengubur impian menjadi juara setelah kalah dari pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, di partai final.

Fajar mengaku bersyukur akhirnya bisa meraih gelar Denmark Open setelah kegagalan pada final tahun sebelumnya. Ia berharap pencapaian kali ini menjadi awal untuk meraih prestasi yang lebih baik pada turnamen-turnamen berikutnya.

"Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open," kata Fajar dikutip dari rilis resmi PBSI, Senin (19/10/2026).

Pria asal Jawa Barat itu juga mengungkapkan kekalahan di Asian Games menjadi salah satu pemacu semangat mereka untuk tampil lebih baik. Ia berharap gelar tersebut dapat meningkatkan motivasi sekaligus kepercayaan diri dalam menghadapi pertandingan selanjutnya.

"Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi," tutur Fajar.

 

2. Dari Nol

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Foto: PBSI)

Sementara itu, Fikri menegaskan selalu berusaha memulai setiap pertandingan dengan pola pikir baru. Menurutnya, sikap tersebut penting agar mereka tidak cepat puas dengan pencapaian yang sudah diraih.

"Pasti mindset saya setiap pertandingan itu saya anggap awal lagi, baru lagi, dari nol lagi. Jadi kami jangan cepat puas juga," ujar Fikri.

Pebulu tangkis berusia 26 tahun itu juga menjelaskan alasan dirinya tampil penuh semangat pada partai final. Ia ingin menebus kekecewaan setelah gagal menjadi juara tahun lalu sekaligus memperbaiki hasil di Asian Games.

"Seperti tadi main di final, sayang banget kalau nggak semangat makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin," pungkas Fikri.

Topik Menarik