Trade Expo Indonesia 2026 Catat MoU Ekspor Rp236 Triliun pada Hari Pertama

Trade Expo Indonesia 2026 Catat MoU Ekspor Rp236 Triliun pada Hari Pertama

Ekonomi | okezone | Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:37
share

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat 168 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ekspor senilai USD13,2 miliar atau sekitar Rp236 triliun pada hari pertama penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Nilai kesepakatan tersebut mendekati target transaksi TEI tahun ini sebesar USD17,5 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, penandatanganan 168 MoU tersebut berhasil dilakukan pada hari pertama pameran berkat penjajakan bisnis yang telah berlangsung sejak setahun sebelumnya.

"Kita sudah melakukan penandatanganan MoU atau perjanjian sebanyak 168. Sebanyak 168 penandatanganan ekspor dengan nilai USD13,2 miliar. Target tahun ini USD17,5 miliar," kata Budi dalam acara Trade Expo Indonesia, Kamis (15/10/2026).

Budi menjelaskan, Kemendag telah melakukan berbagai persiapan untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari luar negeri. Proses tersebut melibatkan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara, termasuk atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

"Jadi, kita sudah bekerja setahun sebelumnya untuk Trade Expo ini. Kita mempunyai perwakilan di luar negeri, ada atase perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di 33 negara, dengan jumlah 46 perwakilan. Jadi, sebelum mengikuti pameran, sudah ada penjajakan," ujarnya.

Menurut Budi, penjajakan dilakukan melalui kegiatan business matching antara pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli potensial dari luar negeri. Dengan demikian, kedua pihak telah mengenal produk dan menjalin komunikasi sebelum bertemu langsung dalam pameran.

"Jadi, kita sudah melakukan business matching dengan calon pembeli potensial di luar negeri sehingga mereka sudah saling mengenal produknya dan orangnya. Melalui business matching, sekarang mereka bertemu di Trade Expo. Jadi, di Trade Expo itu mereka bertemu langsung. Mereka melihat produknya, melihat pabriknya, dan menandatangani MoU kemarin," jelasnya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa penandatanganan kesepakatan ekspor berlanjut pada hari kedua TEI 2026. Salah satunya dilakukan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Astra melalui kolaborasi program Desa Bisa Ekspor Kemendag dengan Desa Sejahtera Astra.

Dalam kerja sama tersebut, sebanyak 10 MoU ekspor senilai Rp69 miliar ditandatangani dengan pembeli dari berbagai negara. Budi memperkirakan masih akan ada sejumlah kesepakatan ekspor lainnya yang ditandatangani selama pameran berlangsung.

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat 168 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ekspor senilai USD13,2 miliar atau sekitar Rp236 triliun pada hari pertama penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Nilai kesepakatan tersebut mendekati target transaksi TEI tahun ini sebesar USD17,5 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, penandatanganan 168 MoU tersebut berhasil dilakukan pada hari pertama pameran berkat penjajakan bisnis yang telah berlangsung sejak setahun sebelumnya.

"Kita sudah melakukan penandatanganan MoU atau perjanjian sebanyak 168. Sebanyak 168 penandatanganan ekspor dengan nilai USD13,2 miliar. Target tahun ini USD17,5 miliar," kata Budi dalam acara Trade Expo Indonesia, Kamis (15/10/2026).

Budi menjelaskan, Kemendag telah melakukan berbagai persiapan untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli dari luar negeri. Proses tersebut melibatkan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara, termasuk atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

"Jadi, kita sudah bekerja setahun sebelumnya untuk Trade Expo ini. Kita mempunyai perwakilan di luar negeri, ada atase perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) di 33 negara, dengan jumlah 46 perwakilan. Jadi, sebelum mengikuti pameran, sudah ada penjajakan," ujarnya.

Menurut Budi, penjajakan dilakukan melalui kegiatan business matching antara pelaku usaha Indonesia dan calon pembeli potensial dari luar negeri. Dengan demikian, kedua pihak telah mengenal produk dan menjalin komunikasi sebelum bertemu langsung dalam pameran.

"Jadi, kita sudah melakukan business matching dengan calon pembeli potensial di luar negeri sehingga mereka sudah saling mengenal produknya dan orangnya. Melalui business matching, sekarang mereka bertemu di Trade Expo. Jadi, di Trade Expo itu mereka bertemu langsung. Mereka melihat produknya, melihat pabriknya, dan menandatangani MoU kemarin," jelasnya.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa penandatanganan kesepakatan ekspor berlanjut pada hari kedua TEI 2026. Salah satunya dilakukan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Astra melalui kolaborasi program Desa Bisa Ekspor Kemendag dengan Desa Sejahtera Astra.

Dalam kerja sama tersebut, sebanyak 10 MoU ekspor senilai Rp69 miliar ditandatangani dengan pembeli dari berbagai negara. Budi memperkirakan masih akan ada sejumlah kesepakatan ekspor lainnya yang ditandatangani selama pameran berlangsung.

Topik Menarik