Kisah Pembalap Indonesia Abraham Hutapea, Berawal dari Hobi Masa Kecil hingga Tembus Kejuaraan Dunia Gokart di Italia
TANGERANG - Perjalanan panjang pembalap gokart muda berbakat Indonesia, Abraham Hutapea, akhirnya membuahkan hasil manis setelah ia memastikan diri berlaga di ajang Rok Cup Superfinal yang dihelat di Sirkuit South Garda, Lonato, Italia, pada 13-17 Oktober 2026 mendatang. Prestasi gemilang ini diraih bukan secara instan, melainkan buah dari mimpi dan konsistensi yang telah ia bangun sejak masa kanak-kanak.
Abraham berhasil mengamankan tiket ke kejuaraan dunia tersebut usai finis sebagai runner-up di ajang National Championship Eshark Rok Cup 2026. Ajang Rok Cup Superfinal sendiri merupakan panggung bergengsi berskala internasional yang mempertemukan para pebalap gokart terbaik dari berbagai penjuru dunia.
1. Ketertarikan Dunia Balap sejak Dini
Capaian tersebut rupanya bukan dicapai tanpa kegigihan dan keinginan yang kuat dari Abraham. Sang ibu, Asyma Sianipar menuturkan bahwa Abraham sudah menunjukan ketertarikan terhadap dunia balap sejak kecil.
“Dari kecil ini memang Abraham sudah suka dengan mobil-mobilan sebetulnya, dengan hal-hal yang berbau racing, balapan dan segala macam. Waktu kecil itu dia suka banget nonton film kartun Cars. Jadi dia selalu cerita tentang Lightning McQueen, si tokoh yang dalam film itu dibentuk sebagai mobil balap,” ungkap Asyma saat diwawancarai sebelum bertolak ke Italia mendampingi sang anak di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jumat (9/10/2026).
Bahkan, mengaspal di lintasan balap tingkat dunia sudah menjadi cita-cita yang bersemayam di hati dan tekad Abraham saat ia masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar.
“Setelah itu kemudian dia mulai mengikuti ajang-ajang balapan, F1 dan yang lain-lain. Dia sudah mulai suka memang dari sejak kecil, waktu SD kelas 5, kelas 6 dia pernah bilang ‘Mami, aku kalau besar pengen coba jadi pembalap’ gitu dia bilang. Jadi memang sudah dari sananya dia sudah punya passion di situ,” tambahnya.
Asyma sendiri mengaku bangga atas capaian sang anak yang bisa lolos ke Kejuaraan Dunia Gokart itu. Apalagi, ia menilai sang anak sudah siap secara mental dalam menghadapi para pembalap lainnya dalam kejuaraan dunia tersebut.
“Kita sebagai orang tuanya, terutama saya ibunya merasa sangat senang banget dan bangga banget Abraham ini bisa akhirnya berlaga di ajang kompetisi Gokart internasional. Kalau Abraham sendiri kayaknya memang dia sudah sangat siap secara mental. Karena this is what he always want, ini yang selalu dia inginkan. Dia selalu berandai-andai bahwa suatu saat itu dia bisa menembus ke ajang internasional apa pun itu,” tutur Asyma.
Bahkan, Asyma mengungkapkan saat Abraham naik di podium dua sebagai runner-up kemarin, tak ada rasa gentar yang terlihat dari dirinya. Bahkan sang anak sangat bersemangat karena mengetahui bakal debut di ajang kejuaraan dunia gokart.
“Jadi ketika kemarin akhirnya dia dapat juara nasional podium 2 itu, dia sudah tahu bahwa, ‘Oke, aku akan berangkat nih gitu, aku dapat tiket nih gitu ke Italia’. Dan itu tuh nggak pernah jadi sesuatu yang membuat dia kayak gentar. Justru itu kayak, ‘Oh, aku excited banget’,” imbuhnya.
2. Target di Italia
Sementara itu, Abraham sendiri mengaku memiliki target untuk lolos ke babak final dalam Rok Cup Superfinal. Ia mengaku saat ini belum merasakan tekanan dari kompetisi yang akan dijalaninya di Italia. Perasaan tenang masih meliputi dirinya kendati belum merasakan langsung sesi latihan nonresmi di lintasan South Garda.
“Target saya adalah untuk masuk final di balapannya. Saya merasa tenang sih, overall tenang, belum ada nervous-nya," kata Abraham.
Menjelang laga bergengsi ini, serangkaian persiapan matang telah dilakoni Abraham. Selain mengasah ketajaman manuver di lintasan, persiapan fisik yang ketat di rumah juga menjadi fokus utamanya.
"Latihan di Sentul dan latihan fisik di rumah. Di Sentul saya latihan dengan pembalap-pembalap lain atau dengan coach saya, dengan nyalip orang atau gimana cara mengendalikan gokart dengan cara smooth gitu. Dan di rumah saya latihan fisik dengan kardio atau weightlifting," tutup Abraham.










