348 Ribu Barel per Hari, Port Cilacap Jadi Simpul Energi Nasional

348 Ribu Barel per Hari, Port Cilacap Jadi Simpul Energi Nasional

Ekonomi | okezone | Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02
share

JAKARTA - Port Cilacap, khususnya Jetty Area 70, punya peran strategis mendukung kelancaran rantai pasok energi nasional karena menjadi salah satu simpul distribusi crude oil dan produk bahan bakar minyak (BBM) menuju kegiatan pengolahan di Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit IV Cilacap.

KPI Refinery Unit IV Cilacap memiliki kapasitas pengolahan mencapai 348.000 barel per hari. Kapasitas tersebut menjadikan kilang di Cilacap sebagai salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar dalam jaringan kilang Pertamina.

Posisi strategis tersebut membuat keandalan operasional di Port Cilacap menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran mobilisasi dan distribusi energi melalui jalur laut. Aktivitas di kawasan ini juga memiliki tingkat risiko tinggi sehingga membutuhkan dukungan armada, fasilitas, serta sumber daya manusia yang memadai.

"Port Cilacap memiliki posisi yang sangat vital dalam mendukung transportasi dan keberlangsungan energi nasional. Karena itu, safety harus menjadi prioritas, termasuk perhatian terhadap risiko lingkungan seperti oil spill. Jangan sampai aspek keselamatan dan lingkungan justru menghambat operasional dan keberlanjutan," ujar Direktur Utama PT Pertamina Marine Solutions (PMSol) Joko Pramono, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dalam operasional di lapangan, sejumlah crew kapal menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan alat pelindung diri (APD), terutama bagi pekerja yang menjalankan tugas dalam durasi panjang dan berada jauh dari daratan. Crew juga mengusulkan skema insentif yang dapat mempertimbangkan karakteristik serta tantangan pekerjaan di lapangan.

Selain crew kapal, Tenaga Alih Daya (TAD) turut menyampaikan sejumlah persoalan terkait kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja. Aspirasi tersebut mencakup kontrak kerja, kepesertaan BPJS, premi asuransi, hingga kebutuhan revitalisasi sejumlah sarana dan prasarana kapal.

Joko Pramono mengatakan pemenuhan kebutuhan pekerja perlu disesuaikan dengan ketentuan dan ruang lingkup kerja sama dengan user atau pemberi kerja. PMSol, kata dia, akan terus mengomunikasikan berbagai masukan dari crew dan TAD kepada user.

“Keselamatan dan kesejahteraan crew maupun TAD merupakan bagian penting dalam memastikan pekerjaan dapat berjalan dengan baik. Kami akan terus menyampaikan dan mengomunikasikan berbagai kebutuhan yang disampaikan di lapangan kepada user,” ujar Joko.

 

Perhatian terhadap APD juga sejalan dengan concern HSSE Holding untuk memastikan ketersediaan perlengkapan keselamatan yang sesuai standar bagi crew yang bekerja di area berisiko tinggi.

Selain keselamatan pekerja dan keandalan armada, aspek lingkungan menjadi bagian penting dalam operasional Port Cilacap. Salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah potensi tumpahan minyak atau oil spill yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan keberlangsungan operasional.

Joko menegaskan, penguatan keselamatan dan perlindungan lingkungan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keandalan operasional Port Cilacap.

“Port Cilacap memiliki posisi yang sangat vital dalam mendukung transportasi dan keberlangsungan energi nasional. Karena itu, safety harus menjadi prioritas, termasuk perhatian terhadap risiko lingkungan seperti oil spill,” katanya.

PMSol menilai penguatan komunikasi antara pekerja dan user menjadi salah satu langkah penting untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan. Masukan terkait keselamatan, kesejahteraan, fasilitas, dan armada selanjutnya menjadi bahan komunikasi dengan pihak terkait agar kebutuhan operasional dapat ditangani bersama.

Upaya tersebut diharapkan mendukung keandalan operasional maritim di Port Cilacap sekaligus menjaga kelancaran rantai pasok energi nasional.

Topik Menarik