BEI Minta Broker Manfaatkan Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas Investor Pasar Modal
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta untuk pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas investor di pasar modal Indonesia. Teknologi dinilai tidak hanya dapat memperluas akses terhadap informasi, tetapi juga membantu investor memahami informasi tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin menyatakan, kebutuhan investor saat ini tidak sebatas memperoleh informasi dalam jumlah besar. Investor juga membutuhkan informasi yang dapat membantu mereka memahami kondisi pasar dan mengambil keputusan secara lebih terinformasi.
"Kami berharap pemanfaatan teknologi dapat membantu investor memperoleh informasi secara lebih cepat, memahami perkembangan pasar dengan lebih baik, dan pada akhirnya mendukung proses pengambilan investasi yang berbasis informasi," ujarnya dalam acara Peluncuran IPOT X di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta dikutip, Jumat (25/9/2026).
Menurut Saidu, inovasi teknologi seperti yang dihadirkan melalui IPOT X relevan dengan kebutuhan tersebut. BEI berharap pemanfaatan teknologi dapat membantu investor memperoleh dan memahami informasi pasar secara lebih baik.
Pada akhirnya, kata dia, peningkatan kualitas informasi dan pemahaman investor diharapkan dapat mendorong partisipasi yang lebih aktif dan berkualitas di pasar modal. BEI memandang peluncuran teknologi bukan sekadar kehadiran sebuah platform baru, melainkan bagian dari perjalanan industri pasar modal untuk terus menghadirkan inovasi.
"Bukan hanya melihat ini sebagai sebuah peluncuran, tapi sebagai bagian dari perjalanan industri untuk terus menghadirkan inovasi yang mengubah pasar modal Indonesia semakin mudah diakses, semakin dipahami dan semakin relevan bagi masyarakat," jelas Saidu.
Ia berharap inovasi teknologi tersebut dalam beberapa tahun ke depan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap perkembangan pasar modal Indonesia. Salah satunya melalui semakin banyaknya investor yang memahami pasar, aktif berpartisipasi, serta menjalankan aktivitas investasi secara bertanggung jawab.
Maka itu, pemanfaatan teknologi diharapkan turut memperkuat pasar modal Indonesia sehingga dapat menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan pasar saham akan selalu memiliki kompleksitas dan risiko. Karena itu, teknologi menurutnya bukan untuk menjanjikan keuntungan, melainkan membantu investor memahami informasi dengan lebih baik.
“Pasar akan selalu kompleks. Risiko tidak akan hilang. Tidak ada teknologi yang seharusnya menjanjikan bahwa setiap keputusan akan benar atau setiap transaksi akan menghasilkan keuntungan,” kata Moleonoto.










