Presiden Iran: AS Punya Kekuatan Hancurkan Apa Pun, Tapi Kami Tak Akan Menyerah!

Presiden Iran: AS Punya Kekuatan Hancurkan Apa Pun, Tapi Kami Tak Akan Menyerah!

Terkini | okezone | Jum'at, 25 September 2026 - 10:12
share

NEW YORK - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, hubungan negaranya dengan Amerika Serikat (AS) masih diliputi ketidakpercayaan. Meski demikian, dia menegaskan Iran tetap terbuka untuk membangun hubungan dengan Washington yang dilandasi kepercayaan.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian kepada sejumlah wartawan di New York setelah berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis, 24 September 2026.

“Kami berada dalam suasana ketidakpercayaan yang besar,” kata Pezeshkian kepada wartawan.

Dia mempertanyakan alasan AS menyerang Iran. Pezeshkian juga menegaskan Iran tidak menginginkan senjata nuklir.

“Kami kesulitan memahami mengapa Amerika menyerang Iran. Kami tidak menginginkan senjata nuklir,” ujarnya.

Pezeshkian juga menanggapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut program nuklir Iran telah dihancurkan. Menurutnya, jika klaim tersebut benar, Washington tidak seharusnya kembali meminta akses inspeksi.

“Presiden Trump mengatakan AS telah menghancurkan program tersebut, jadi mengapa mereka perlu melakukan inspeksi?” katanya.

Meski demikian, Pezeshkian menyatakan Iran bersedia membuka akses bagi inspektur untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami bersedia untuk mendatangkan inspektur,” ujarnya.

 

Iran Tawarkan Pembukaan Selat Hormuz

Di tengah ketegangan dengan AS, Menteri Luar Negeri Iran juga mengatakan Teheran telah menyampaikan proposal melalui mediator terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurutnya, Iran siap membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut dalam waktu tujuh hari apabila AS memenuhi sejumlah persyaratan.

Namun, dia tidak merinci persyaratan yang diminta Iran. Menteri tersebut hanya menyebut ketentuan itu memiliki kemiripan dengan nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani AS di Islamabad tetapi kemudian dibatalkan.

Pezeshkian juga menegaskan Iran tidak akan menyerah di tengah tekanan AS.

“Tidak mungkin bagi AS untuk membuat Iran menyerah,” katanya.

Dia mengakui AS memiliki kekuatan militer untuk menghancurkan berbagai sasaran, tetapi menegaskan Iran akan tetap bertahan.

“Kami tidak akan pernah menyerah,” ujarnya.

Pezeshkian bahkan mengklaim sebagian besar pangkalan militer AS di kawasan tersebut sudah tidak dapat digunakan. Klaim tersebut disampaikan tanpa rincian mengenai kondisi pangkalan yang dimaksud.

 

Bicara Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran

Dalam kesempatan tersebut, Pezeshkian juga ditanya mengenai kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei yang dilaporkan mengalami luka parah pada hari pertama perang.

Pezeshkian mengatakan dirinya telah bertemu dengan Khamenei sebanyak dua kali. Dia mengaku tidak melihat masalah besar terkait kondisi kesehatan pemimpin tertinggi Iran tersebut.

“Saya tidak melihat tantangan besar terkait kesehatannya,” kata Pezeshkian.

Khamenei sendiri disebut belum muncul di hadapan publik sejak serangan pertama tersebut.
 

Topik Menarik