9 Sekolah Rakyat Dibangun di Sulsel, Habiskan Rp2,29 Triliun
JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,29 triliun untuk membangun 9 Sekolah Rakyat tahap II di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. 9 Sekolah Rakyat ini tersebar di Kota Makassar serta Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, Barru, Takalar, Sinjai, dan Bone dengan total kapasitas menampung 11.340 siswa.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.
"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas," kata Dody di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Pembangunan sembilan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan. Paket 1 mencakup lima lokasi di Kabupaten Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng, dan Barru dengan total kapasitas 6.300 siswa. Per 21 September 2026, progres fisik keseluruhan mencapai 95,21 persen.
Selanjutnya Paket Sekolah Rakyat Sulawesi Selatan 2 mencakup empat lokasi di Kota Makassar serta Kabupaten Takalar, Sinjai, dan Bone dengan kapasitas 5.040 siswa. Progres fisik keseluruhan telah mencapai 98,28 persen dengan 3 lokasi, yakni Makassar, Takalar, dan Sinjai, telah mencapai 100 persen, sementara Bone mencapai 93,45 persen.
Khusus di Kabupaten Barru, Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Soppeng Riaja ini dibangun di atas lahan 7,93 hektare dengan luas bangunan 27.474 meter persegi. Sekolah tersebut memiliki kapasitas 1.260 siswa dan progres fisiknya mencapai 95,34 persen.
Konsep pembangunan Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu. Setiap lokasi dilengkapi tiga gedung pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, 8 asrama siswa untuk putra dan putri, 2 rusun guru, kantin dan dapur, gudang, gedung serbaguna, rumah ibadah, guest house, serta fasilitas olahraga.
Selain ruang pendidikan dan asrama, fasilitas olahraga juga disiapkan untuk mendukung aktivitas siswa. Pada paket Sulsel 2, fasilitas tersebut mencakup lapangan bola, basket/voli, lapangan upacara, serta lapangan mini soccer untuk Sekolah Rakyat Makassar, Takalar, dan Sinjai. Sementara untuk Sekolah Rakyat Kabupaten Bone hanya dilengkapi lapangan bola.
Secara kesuruhan untuk 9 Sekolah Rakyat di Sulsel memiliki luas lahan mencapai 69,92 hektare dengan luas bangunan sekitar 280.439 meter persegi. Untuk paket Sulsel 1, pembangunan lima Sekolah Rakyat memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,301 triliun dan paket Sulsel 2 memiliki nilai kontrak Rp996,44 miliar, sehingga totalnya Rp2,29 triliun.









