Jasad ABK Rombongan Jurnalis Ditemukan, Belum Ada Keputusan untuk Lanjutkan Pencarian

Jasad ABK Rombongan Jurnalis Ditemukan, Belum Ada Keputusan untuk Lanjutkan Pencarian

Nasional | okezone | Rabu, 23 September 2026 - 16:37
share

JAKARTA – Jasad Surakman, Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu I yang mengangkut rombongan jurnalis peliput erupsi Gunung Anak Krakatau, berhasil ditemukan dan teridentifikasi. Meski demikian, pihak berwenang belum memutuskan untuk membuka kembali operasi pencarian korban lainnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad menguraikan bahwa belum adanya keputusan perpanjangan tersebut lantaran pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari dan diperpanjang tiga hari sejak Selasa, 8 September 2026, belum membuahkan hasil tambahan.

“Masalah pencarian ulang dan tidak, seperti yang kami sampaikan tadi, Pak. Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Selama 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari," kata Amrad, Rabu (23/9/2026).

Menurut Amrad, jenazah Surakman sebelumnya ditemukan pada hari ke-5 operasi SAR di Pulau Enggano. Namun setelahnya, petugas tidak menemukan objek lain selama operasi SAR Gabungan hingga resmi ditutup pada hari ke-10.

"Dari 3 hari pelaksanaan yang kita laksanakan, itu tidak adanya tanda-tanda korban kita temukan selain objek yang sudah disampaikan juga pada saat di lapangan bahwa itu tidak ada sangkut pautnya dengan KM Arupadhatu," ujarnya.

Walaupun operasi SAR tidak dibuka kembali, Amrad memastikan pihaknya akan terus memantau perairan dalam patroli rutin di Selat Sunda, sembari berkoordinasi dengan para nelayan apabila menemukan petunjuk keberadaan rombongan jurnalis yang hilang.

 

"Jadi kalau untuk perpanjangan dan hingga saat ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu dan Kantor SAR Lampung untuk wilayah pesisir dan para nelayan yang ada di sekitar. Hingga saat ini Bengkulu masih melaksanakan koordinasi dan itu nihil, termasuk yang di wilayah Lebak,” paparnya.

“Jadi e-broadcast yang kita lakukan ini termasuk pemapelan itu, kami libatkan dengan VTS, termasuk stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk para masyarakat yang di sekitar pesisir, warga pesisir di sekitar Lampung, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda disampaikan di informasi tersebut," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi jasad Surakman. Jenazah tersebut teridentifikasi dalam rangkaian proses pencarian rombongan jurnalis dan awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penemuan Surakman berawal dari ditemukannya jasad pria di perairan Pulau Enggano, Bengkulu. Polda Banten dan Polda Bengkulu kemudian berkoordinasi untuk melakukan pencocokan data DNA dengan keluarga rombongan kapal yang hilang.

Jenazah Surakman rencananya akan dipindahkan ke Banten dari Bengkulu pada Kamis, 24 September 2026. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), pihak keluarga berencana memakamkan almarhum pada siang hari di TPU Ki Demang, Carita, Banten.

Topik Menarik