Siasat Petani Tembakau Tetap Produktif di Tengah Ancaman El Nino

Siasat Petani Tembakau Tetap Produktif di Tengah Ancaman El Nino

Ekonomi | okezone | Selasa, 22 September 2026 - 21:59
share

JAKARTA - Musim kemarau yang diperpanjang fenomena El Nino menjadi tantangan bagi petani di sejumlah wilayah. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi petani untuk tetap mengolah lahan dengan menanam tembakau yang relatif membutuhkan lebih sedikit air.

Salah Stu Petani Tembakau Katino mengatakan, tembakau menjadi salah satu komoditas yang dapat diandalkan saat musim kemarau karena kebutuhan airnya tidak sebanyak tanaman lainnya.

Menurut Katino, sebelumnya lahan pertanian di wilayahnya kerap tidak produktif ketika memasuki musim kemarau akibat terbatasnya pasokan air. Kondisi tersebut membuat sebagian petani memilih menunggu hingga musim hujan tiba.

"Ketika musim kemarau, lahan biasanya sulit ditanami karena air terbatas. Tembakau ini bisa menjadi pilihan karena tidak membutuhkan banyak air," kata Katino, Selasa (22/9/2026).

Katino mulai serius menekuni budidaya tembakau sejak 2019. Sebelumnya, ia bekerja sebagai sopir truk dan belajar menanam tembakau dari petani lain.

Ia mengatakan budidaya tembakau membutuhkan pengetahuan dan perhatian sejak tahap pembibitan hingga panen, terutama dalam menentukan waktu tanam, pemupukan, dan penyiraman.

“Dari awal tanam itu kan ada proses pembibitan, saya dikasih tahu cara penyebaran benihnya, cara ngerawat bibitnya harus berapa hari atau berapa jam. Terus diajarin juga cara nyebar yang benar gimana, cara pemupukan pupuk dasarnya gimana, sampai proses penyiramannya pun semua dikasih tahu. Dengan adanya pendamping lapangan, kita yang awalnya dari awal gak tahu apa-apa, sekarang jadi tahu,” tutur Katino.

Seiring pengalaman bertambah, Katino mulai menerapkan pola tanam bergantian antara musim hujan dan musim kemarau. Saat musim hujan, lahan digunakan untuk menanam padi, sedangkan pada musim kemarau dimanfaatkan untuk menanam tembakau.

Sejak 2023, ia mengaku kondisi ekonominya berangsur membaik dari hasil pertanian. Kini, Katino mengelola sekitar 9.000 meter persegi lahan di tiga lokasi dan satu lahan sewa. Ia juga mempekerjakan sejumlah buruh tani untuk membantu mengelola lahannya.

Pengalaman serupa dialami Purwanto, petani tembakau lainnya di Wonogiri. Ia mulai menanam tembakau setelah kembali dari Jakarta untuk menemani orang tuanya sekaligus mengelola lahan warisan keluarga.

"Saya pulang ketika musim kemarau. Tetangga-tetangga tanam tembakau. Saya mulai belajar ikut menanam. Awalnya tidak banyak, hanya untuk belajar," kenang Purwanto.

Purwanto mengatakan tembakau menjadi salah satu pilihan tanaman yang sesuai untuk lahan saat musim kemarau. Ia kemudian mengembangkan budidayanya secara bertahap hingga menjadi bagian dari pola tanam di lahan keluarganya.

“Kita dapat penyuluhan, bimbingan teknis, dan pendampingan untuk penanamannya. Mulai dari pembibitan, penanaman, bahkan sampai pascapanen pun kita masih didampingi oleh petugas lapangan.”

Menurut Purwanto, hasil panen tembakau juga membantu keluarganya mempersiapkan kebutuhan untuk musim tanam berikutnya. Sebagian pendapatan dari hasil panen dapat disisihkan untuk membeli pupuk dan kebutuhan budidaya padi maupun tembakau.

"Kalau sekarang, sebagian hasilnya bisa kami sisihkan untuk modal musim tanam berikutnya. Jadi kebutuhan untuk pupuk, padi, maupun tembakau bisa dipersiapkan lebih awal," jelas Purwanto.

Ia mengatakan aktivitas budidaya tembakau juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. Setelah musim panen, sebagian warga menggunakan pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun mengembangkan usaha lainnya.

"Setelah panen tembakau, ada yang beli mobil keluarga buat disewain. Ada juga yang beli mobil jasa angkut barang," imbuhnya.

Bagi petani di Wonogiri, pola tanam bergantian menjadi salah satu cara untuk menjaga lahan tetap produktif di tengah perubahan kondisi musim. Tembakau dimanfaatkan sebagai komoditas yang dapat dibudidayakan ketika ketersediaan air terbatas, sementara padi tetap menjadi tanaman utama pada musim hujan.

Topik Menarik