Inggris Beri Dukungan Militer untuk Arab Saudi, Bantu Hadapi Houthi

Inggris Beri Dukungan Militer untuk Arab Saudi, Bantu Hadapi Houthi

Terkini | okezone | Selasa, 22 September 2026 - 16:26
share

LONDON — Inggris sepakat untuk memberikan dukungan militer terbatas kepada Arab Saudi untuk menangkal serangan kelompok Houthi. Hal ini dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Andy Burnham selama perjalanan menuju Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Berbicara kepada wartawan, Burnham mengatakan bahwa dia telah menyetujui pengerahan pesawat Royal Air Force (RAF) untuk menyediakan layanan pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat-pesawat Arab Saudi. Kesepakatan sementara ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu, meskipun Burnham mencatat bahwa pelaksanaannya akan terus ditinjau secara aktif.

Para pejabat Inggris mengonfirmasi bahwa misi tersebut akan dimulai dalam beberapa hari mendatang dengan mengerahkan pesawat tanker RAF Voyager untuk mengisi bahan bakar jet-jet Saudi yang sedang menjalankan operasi "defensif", demikian dilansir TRT.

"Saya bertindak demi mengamankan kepentingan Inggris dan kawasan yang lebih luas, karena Arab Saudi tentu saja sedang menghadapi serangan serta potensi gangguan lebih lanjut, dan kita perlu menjaga agar jalur-jalur tersebut tetap terbuka," ujar Burnham, merujuk pada jalur pelayaran minyak yang vital.

Konflik yang Kembali Memanas

Permusuhan di Yaman kembali memanas secara tajam, di mana kelompok Houthi meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke wilayah Arab Saudi—termasuk serangan yang menyasar Riyadh pada hari Sabtu yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Kelompok Houthi telah menyatakan blokade terhadap lalu lintas maritim Arab Saudi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab—sebuah jalur pelayaran vital yang mencakup sekitar 12 persen perdagangan global—dengan menargetkan kapal-kapal komersial dan fasilitas energi di dalam wilayah kerajaan tersebut.

Awal bulan ini, Houthi bergerak maju melintasi wilayah pesisir dan merebut kota pelabuhan strategis Mokha serta pulau-pulau penting di Laut Merah, yang memberikan kelompok tersebut kemampuan pengawasan lebih baik terhadap lalu lintas pelayaran.

 

Sembari mengecam serangan-serangan tersebut, London menegaskan kembali komitmennya untuk "bekerja sama dengan para mitra guna mendukung stabilitas kawasan, melindungi warga sipil, dan mendukung akses kemanusiaan."

Meskipun pemerintahan AS sebelumnya pernah melakukan serangan langsung terhadap target-target Houthi, Washington tidak menunjukkan minat untuk melakukan intervensi militer dalam eskalasi terkini ini.

Pengerahan kekuatan ini menyusul laporan bahwa Riyadh secara resmi meminta dukungan pertahanan udara dari mitra-mitra internasional—termasuk Inggris, Prancis, Mesir, dan Pakistan—untuk menangkal rentetan serangan rudal dan pesawat nirawak yang masuk.

Topik Menarik