Sempat Tembus Posisi 4 di Moto3 Austria 2026, Veda Ega Pratama Pasrah Keputusan Race Direction!

Sempat Tembus Posisi 4 di Moto3 Austria 2026, Veda Ega Pratama Pasrah Keputusan Race Direction!

Olahraga | okezone | Senin, 21 September 2026 - 12:56
share

PEMBALAP Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, berbicara setelah 'drama' panjang di Moto3 Austria 2026. Veda Ega Pratama mengatakan telah menerima keputusan dari tim pengawas balapan atau race direction.

Veda Ega Pratama finis di posisi 13 dalam balapan Moto3 Austria 2026. Seri balapan tersebut digelar di Red Bull Ring, Spielberg, Austria pada Minggu 21 September 2026.  Sebenarnya Veda Ega Pratama, tampil cukup impresif dalam balapan tersebut. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mampu melakukan recovery dari posisi 19 ke zona empat besar.

Veda Ega Pratama sempat melesat ke posisi 4 Moto3 Austria 2026. (Foto: Instagram/@veda_54)

1. Veda Ega Pratama Terlibat Insiden dengan David Munoz

Namun, drama terjadi setelah Veda Ega Pratama terlibat insiden dengan pembalap Intact GP, David Munoz. Veda Ega Pratama kemudian mendapat long-lap penalti akibat insiden tersebut.

Lebih parahnya lagi, penalti tersebut harus diulang lantaran Veda Ega Pratama dianggap belum melakukannya dengan benar. Alhasil, ia harus mengakhiri balapan di posisi 13 meski sempat merangsek ke zona empat besar.

"Saya senang dengan hasil hari ini. Tentu saja, saya kecewa karena tidak bisa menyelesaikan balapan di posisi saya saat sedang bersaing ketat, namun finis di posisi ke-13 dan meraih poin tetaplah hal yang positif," kata Veda Ega Pratama, Okezone mengutip dari rilis resmi Honda Team Asia, Senin (21/9/2026).

"Saya sempat bertarung di kelompok empat besar, jadi saya merasa sangat percaya diri dan nyaman dengan motor saya," sambung runner-up Red Bull Rookies Cup 2025 tersebut.

 

2. Akui Ada Kontak dengan David Munoz

Mengenai hukuman long-lap, Veda Ega Pratama mengakui terjadi sedikit kontak dengan Munoz. Kontak tersebut dianggap sangat minim oleh penggemar. Namun, Veda Ega Pratama tetap Legawa menerima keputusan race direction.

"Sayangnya, terjadi kontak dengan pembalap lain. Saya mencoba menyalipnya dengan cara yang wajar, namun saya menghormati keputusan Race Direction, sehingga saya harus menjalani penalti long-lap," tutur Veda Ega Pratama

"Pada percobaan pertama, saya tidak melakukannya dengan benar, jadi saya harus mengulanginya di lap terakhir. Hal itu sangat merugikan kami, tetapi saya terus memacu motor dan berhasil finis di zona poin. Meraih tiga poin penting adalah hal yang bagus, dan kini saatnya menghadapi balapan berikutnya," tambahnya.

Pada balapan berikutnya, Veda Ega Pratama akan mengalihkan fokus untuk berjuang di seri balapan Asia. Rangkaian balapan di Asia akan dimulai di Sirkuit Motegi, Jepang, pada 2-4 Oktober 2026 kemudian berlanjut ke Sirkuit Mandalika, Indonesia pada 9-11 Oktober 2026.

Lalu nantinya dilanjut dengan balapan di Australia, Malaysia, dan Qatar. Veda mengaku antusias untuk menjalani rangkaian balapan Asia karena memiliki pengalaman manis di sana.

"Saya ingin mempertahankan momentum ini, terus bekerja sama dengan tim, dan berupaya membuat kemajuan lebih lanjut pada seri balapan di Asia," tandas pembalap berusia 17 tahun tersebut.

Topik Menarik