Batuk karena Influenza A, Dokter Sarankan Madu sebagai Booster Penyembuhan
JAKARTA - Kasus influenza belakangan ini tengah melonjak dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Virus yang menyerang saluran pernapasan ini membuat banyak orang tua khawatir, terutama ketika melihat anak-anak mereka terserang gejala batuk berat yang tak kunjung mereda.
Di tengah situasi ini, banyak orang tua yang panik dan terbiasa langsung memberikan obat-obatan secara terus-menerus hingga gejala hilang sepenuhnya. Padahal, pemulihan dari batuk akibat Influenza A membutuhkan proses dan waktu yang tidak instan.
Dokter Spesialis Anak Ardi Santoso menjelaskan bahwa batuk akibat influenza memang bisa berlangsung cukup lama. Namun, hal itu bukan berarti pasien harus mengkonsumsi obat batuk nonstop sepanjang masa pemulihan.
"Lagi banyaknya influenza kan, banyak yang kena, jadi hati-hati ya. Batuknya itu memang bisa sampai lama, sampai 2 minggu sembuhnya. Tapi bukan berarti selama 2 minggu full tuh minum obat terus, nggak," ujar dr. Ardi Santoso dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Minggu (20/9/2026).
Madu Jadi Obat Pendamping
Menurut dr. Ardi, pemberian obat batuk sebaiknya disesuaikan dengan kondisi anak dan tidak diberikan secara berlebihan karena proses penyembuhannya terjadi secara bertahap. Sebagai alternatif alami yang aman dan efektif, dr. Ardi menyarankan pemanfaatan madu sebagai terapi pendamping untuk meredakan gejala.
"Jadi obat batuknya tuh lihat kondisi aja, dan memang pemulihannya memang bertahap. Dan madu itu bisa digunakan 2 sampai 5 mili per hari untuk anak-anak di atas setahun sampai dewasa tuh boleh," ujarnya.
Penggunaan madu untuk meredakan batuk ini bukan sekadar mitos atau resep turun-temurun, melainkan sudah teruji secara medis. Madu bekerja melapisi tenggorokan sehingga membantu mengurangi iritasi dan frekuensi batuk pada anak maupun dewasa.
"Karena secara evidence-based itu bisa menjadi terapi suportif untuk meredakan batuk. Jadi biar nggak obat full selama 2 minggu, karena influenza ini sembuhnya butuh waktu, nggak bisa langsung sekejap sembuh. Dan masih bisa menular walaupun kondisinya sudah baik," kata dr. Ardi.
Protokol Kesehatan Jadi yang Utama
Selain memperhatikan asupan obat dan nutrisi pendukung, pencegahan penularan juga menjadi poin krusial yang tidak boleh diabaikan. Meski kondisi fisik anak atau pasien sudah tampak membaik dan kembali fit, potensi penularan virus influenza ternyata masih tetap ada.
Oleh karena itu, dr. Ardi mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan setidaknya selama lima hari setelah kondisi tubuh dirasa pulih.
"Jadi tetap, paling enggak 5 hari setelah kondisinya fit tuh tetap pakai masker, jaga jarak, prokesnya dijaga dengan baik. Jadi jangan lupa prokesnya, masker, jaga jarak, cuci tangan, jaga ventilasi ruangan, dan yang lainnya makan sehat, vitamin D," pungkasnya.










