Setia Dukung Prabowo di Tiga Pilpres, Zulhas Ungkap Alasan PAN
JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan bahwa komitmen dan kesetiaan partainya dalam mendukung Prabowo Subianto telah teruji oleh sejarah panjang yang tidak instan. Loyalitas tersebut dinilainya sudah terbukti nyata dan tidak perlu diragukan lagi.
Pernyataan tersebut disampaikan sosok yang akrab disapa Zulhas ini saat menyampaikan pidato politik dalam acara puncak perayaan HUT ke-28 PAN di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada Jumat (18/9/2026) malam.
"Kebersamaan PAN dan Pak Prabowo telah melewati sejarah panjang dan berliku. Tidak hanya satu musim pemilu Presiden, tetapi sudah puluhan tahun berjuang bersama-sama. PAN tidak perlu membuktikan tentang kebersamaan, kesetiaan, loyalitas, maupun komitmen perjuangan. Karena semua sudah jelas dan terang benderang," ujar Zulhas.
Zulhas menjawab pertanyaan dari berbagai pihak yang kerap mempertanyakan alasan PAN terus setia berada di barisan Prabowo. Kendati sempat mengalami kekalahan dalam dua kontestasi Pilpres sebelumnya, PAN tetap bertahan hingga akhirnya meraih kemenangan pada Pemilu 2024.
"Banyak yang bertanya, 'Bapak Presiden, kenapa atau mengapa PAN selalu bersama Pak Prabowo? Kalah dua kali terus, baru ini alhamdulillah kita menang.' Ini bukan hanya kalkulasi politik, bukan hanya ingin membentuk pemerintahan," tuturnya.
Ia lantas mengenang kembali momen ketika PAN mantap menyatakan dukungannya kepada Prabowo, bahkan saat situasi politik diwarnai keraguan dari partai-partai lain.
"Saya ingat terakhir pada waktu teman-teman berpikir panjang bersama Gerindra, saya datang ke kantor Menhan di tempat Bapak. 'Pak, walaupun Gerindra sendiri, kami bersama Bapak. Kita tuntaskan cita-cita perjuangan Bapak. Insya Allah kali ini berhasil,'" ungkapnya.
Zulhas menjelaskan, keteguhan sikap PAN selama tiga kali gelaran Pemilu didasarkan pada kesamaan nilai perjuangan dan cita-cita dalam membangun kedaulatan bangsa, terutama mengenai pandangan ekonomi yang selaras dengan Pasal 33 dan 34 UUD 1945.
"Karena ada persamaan nilai perjuangan dan cita-cita dalam membangun negara untuk mewujudkan kedaulatan bangsa, khususnya Pasal 33–34, Pak. Baru Bapak yang bicara mengenai Pasal 33. Komitmen itu yang kita pegang," pungkasnya.










