BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan!
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 14 - 17 September 2026.
BMKG melaporkan pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 4 – 25 knot, sedangkan di selatan ekuator Indonesia bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 8 – 25 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, Laut Maluku bagian utara, dan Laut Arafuru,” tulis keterangan tertulis BMKG yang diterima Okezone, Senin (14/9/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di Selat Karimata bagian utara, Laut Jawa bagian barat, Laut Jawa bagian timur.
Bareskrim Bongkar Judi Online Internasional Modus Pulsa, Nilai Transaksi Capai Rp890 Miliar
Selanjutnya, Selat Makassar bagian tengah, Laut Bali, Laut Flores, Laut Seram, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur, Laut Sulawesi bagian tengah, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara, Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua.
Kemudian di Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian tengah, Selat Makassar bagian utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sumbawa, Laut Banda, Laut Arafuru bagian Utara, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Sulawesi bagian barat, Laut Sulawesi bagian timur, Samudra Pasifik utara Maluku, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.
Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 2.5 - 4.0 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.
Selanjutnya, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, dan Samudra Hindia selatan NTT.
“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” ungkap BMKG.
Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m).
Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m).
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,”demikian keterangan BMKG.









