Trump: Perang di Iran Bisa Berakhir Sebelum Pemilihan Paruh Waktu AS

Trump: Perang di Iran Bisa Berakhir Sebelum Pemilihan Paruh Waktu AS

Terkini | okezone | Senin, 14 September 2026 - 13:26
share

WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (13/9/2026) menyatakan bahwa perang dengan Iran dapat berakhir sekitar pemilihan paruh waktu di AS. Dia mengklaim bahwa Teheran "ingin mencapai kesepakatan" untuk mengakhiri konflik dan memprediksi penurunan tajam harga bahan bakar domestik setelah permusuhan usai.

"Begini, konflik itu bisa saja berakhir sebelum pemilihan paruh waktu, atau mungkin setelahnya," ujar Trump kepada para wartawan di Irlandia, tempat ia menghadiri turnamen golf Amgen Irish Open yang diselenggarakan di resor miliknya, Trump International Golf Links.

Ia menambahkan bahwa harga bensin akan "anjlok drastis" setelah permusuhan berakhir. Menurut American Automobile Association (AAA), harga rata-rata bensin di AS mencapai USD 4,31 per galon pada Minggu, naik dari USD 4,07 sebulan sebelumnya dan USD 3,19 setahun yang lalu.

Pemimpin AS tersebut menyebutkan bahwa para pejabat Iran "terus-menerus menghubungi" untuk mencapai kesepakatan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintahannya hanya akan menerima penyelesaian yang menguntungkan. "Saya tidak akan membuat kesepakatan yang merugikan," ujarnya.

Iran Sebut Pernyataan Trump "Tak Masuk Akal"

Kantor Berita Mehr milik Iran menepis pernyataan Trump sebagai hal yang "tidak masuk akal," dengan berargumen bahwa pemimpin AS tersebut sedang berupaya membenarkan masalah ekonomi domestik yang kian memburuk akibat konfrontasi ini. 

Sembari menegaskan kembali tujuan utama dari serangan militer tersebut, Trump menekankan bahwa pihak lawan harus dicegah agar tidak memiliki kemampuan nuklir: "Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir."

Menanggapi pertanyaan mengenai upaya diplomatik terkini antara negara-negara Teluk dan Teheran, Presiden AS tersebut menyatakan tidak ambil pusing.

 

"Saya tidak peduli. Itu terserah mereka," ujar Trump, sebelum melontarkan kemungkinan untuk tetap mempertahankan kehadiran Amerika demi menguasai sumber daya energi kawasan. "Pada akhirnya kita akan keluar, kecuali jika kita memutuskan untuk tetap tinggal dan menguasai minyaknya, seperti di Venezuela," tambahnya.

Konflik dengan Iran yang sedang berlangsung—kini memasuki bulan ketujuh—telah menelan korban jiwa 18 personel militer AS dan memicu ketidakstabilan berkepanjangan pada jalur-jalur energi global.

Topik Menarik