Perut Begah dan Kembung? Gerakan Simpel Ini Wajib Kamu Coba!

Perut Begah dan Kembung? Gerakan Simpel Ini Wajib Kamu Coba!

Gaya Hidup | okezone | Senin, 14 September 2026 - 10:05
share

JAKARTA - Perut terasa penuh, kram, dan begah setelah makan tentu bikin aktivitas jadi tak nyaman. Saat gas terjebak di dalam saluran pencernaan, respons pertama kebanyakan orang biasanya adalah rebahan atau diam saja. Padahal, kebiasaan tersebut justru membuat gas semakin sulit keluar.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, membagikan trik sederhana berbasis aktivitas fisik ringan selama 90 detik yang ampuh mengusir kembung. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menjelaskan pentingnya menggerakkan tubuh agar sistem pencernaan dapat bekerja optimal.

"Kalau perut terasa begah atau kembung, coba putar badan ke kiri kanan 30 detik (torso twist). Gerakan muter badan ini ngebantu gerak alami usus biar gas yang numpuk lebih gampang jalan ke bawah," kata dr. Cecep, dikutip Minggu (13/9/2026).

Setelah melakukan torso twist, gerakan dapat dilanjutkan dengan jalan di tempat selama 30 detik. Aktivitas ini berfungsi memberikan dorongan mekanis pada saluran cerna.

"Riset buktikan cara ini mengurangi volume gas yang nyangkut sampai 50 persen," ujarnya.

Rangkaian 90 detik ini ditutup dengan gerakan menarik lutut ke dada secara bergantian (knee-to-chest) selama 30 detik. Gerakan ini merilekskan otot perut serta pinggul, sehingga jalur pelepasan gas menjadi lebih terbuka.

Menurut dr. Cecep, gas sering kali terperangkap di area lengkungan usus besar. Posisi tubuh yang pasif atau langsung berbaring hanya akan memperburuk situasi.

"Kalau kamu langsung tiduran atau diam saja, gas ini makin sulit bergerak (transit) menuju pintu keluar. Faktanya, riset membuktikan posisi tiduran bikin gas tertahan jauh lebih lama di dalam perut dibanding posisi tegak," kata dr. Cecep.

Kebiasaan Harian Cegah Perut Begah Usai Makan

Selain jurus gerakan 90 detik, dr. Cecep juga membagikan beberapa kebiasaan harian untuk mencegah penumpukan gas berlebih di perut:

Pertama adalah menghindari Aerophagia (Menelan Udara). Hindari makan terlalu cepat atau mengobrol saat mengunyah. Kunyah makanan hingga lumat agar beban kerja usus lebih ringan.

Kedua, beri jeda sebelum rebahan, manfaatkan gravitasi untuk memperlancar pencernaan. Berikan jeda minimal 2 jam setelah makan sebelum memutuskan untuk tidur. Jika sangat mengantuk, pilih posisi setengah duduk dengan sandaran bantal tinggi.

“Jeda rebahan, gravitasi adalah sahabat pencernaan. Beri jeda minimal 2 jam setelah makan sebelum tiduran. Kalau ngantuk banget, posisi setengah duduk (senderan bantal tinggi) lebih aman daripada terlentang rata,” tuturnya.

Ketiga, kenali makanan pemicu gas. Kurangi konsumsi bahan makanan yang memicu kembung seperti kol, ubi, minuman bersoda, atau produk olahan susu bagi penderita intoleransi laktosa.

“Kenali pemicu gas, setiap perut beda, tapi "tersangka" utamanya biasanya: Kol, ubi, minuman bersoda, atau produk susu (kalau kamu tidak kuat laktosa). Perhatikan mana yang bikin kembung, lalu kurangi,” ucapnya.

Keempat, manfaatkan kompres hangat. Saat perut terasa kram atau kaku akibat menahan gas, tempelkan botol berisi air hangat atau kantong kompres. Suhu panas efektif merilekskan otot-otot polos usus yang tegang.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun kembung merupakan keluhan yang umum dan tergolong ringan, kamu tetap perlu waspada jika gejala tak kunjung membaik. Segera konsultasikan ke dokter jika kembung disertai dengan nyeri hebat yang tidak tertahankan, muntah terus-menerus, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, atau buang air besar (BAB) berdarah.

“Kapan ke dokter? Jika kembung disertai nyeri hebat yang tidak tertahankan, muntah terus-menerus, penurunan berat badan tanpa sebab, atau BAB berdarah,” kata dr. Cecep.

Topik Menarik