Jagung Segar vs Kalengan, Mana yang Lebih Sehat?
JAKARTA — Jagung segar kerap dianggap lebih sehat karena minim pengolahan. Namun, jagung kalengan juga tidak selalu kalah dari sisi nutrisi. Keduanya tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, dengan catatan konsumen perlu memperhatikan kandungan natrium dan bahan tambahan dalam produk kalengan.
Dikutip dari Verywell Health, perbedaan utama antara jagung segar dan jagung kalengan terletak pada kandungan natrium serta bahan tambahan yang digunakan selama proses pengalengan.
Salah satu perbedaan nutrisi yang paling mencolok adalah kandungan natrium. Dalam satu cangkir jagung segar, terdapat sekitar 21,8 miligram natrium.
Kandungan Jagung Kalengan
Sementara itu, dalam jumlah yang sama, jagung kalengan biasa mengandung sekitar 571 miligram natrium. Artinya, kandungan natrium pada jagung kalengan biasa dapat mencapai sekitar 27 kali lebih tinggi dibandingkan jagung segar.
Natrium memang dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu. Namun, konsumsi berlebihan perlu diperhatikan karena berkaitan dengan tekanan darah. Karena itu, orang yang sedang membatasi asupan natrium sebaiknya lebih cermat memilih produk jagung kalengan.
Meski kandungan natriumnya lebih tinggi, bukan berarti jagung kalengan otomatis menjadi pilihan yang tidak sehat.
Jagung kalengan tanpa tambahan garam atau dengan kandungan natrium rendah tetap dapat menjadi pilihan yang praktis dan ekonomis. Proses pengalengan memang dapat mengurangi sejumlah nutrisi yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C. Namun, banyak nutrisi lainnya masih berada pada kadar yang relatif mirip dengan jagung segar.
Bahkan, proses pemanasan selama pengalengan dapat meningkatkan kadar karotenoid tertentu, seperti lutein dan zeaxanthin. Kedua senyawa tersebut merupakan antioksidan yang dapat mendukung kesehatan mata.
Dari sisi serat, jagung kalengan juga tidak selalu lebih rendah. Dalam perbandingan satu cangkir, jagung segar mengandung sekitar 2,9 gram serat, sedangkan jagung kalengan sekitar 4,2 gram.
Karena itu, jika ingin membeli jagung kalengan, salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah daftar bahan dan informasi nilai gizinya.
Pilih produk dengan label “no salt added” atau “low sodium” jika tersedia. Perbedaan kandungan natrium menjadi salah satu faktor utama yang membedakan jagung segar dengan jagung kalengan biasa.
Jika hanya tersedia jagung kalengan dengan tambahan garam, jagung dapat ditiriskan dan dibilas terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Cara ini dapat membantu mengurangi sebagian natrium yang menempel pada jagung.
Selain garam, perhatikan pula bahan tambahan lainnya. Beberapa produk jagung kalengan dapat mengandung gula tambahan, saus, atau bahan lain yang berpotensi meningkatkan asupan natrium, lemak jenuh, maupun kalori.
Menariknya, dalam perbandingan tersebut, kandungan vitamin C pada jagung kalengan justru tercatat lebih tinggi, yakni sekitar 17 miligram, dibandingkan 9,86 miligram pada jagung segar.
Namun, angka kandungan nutrisi dapat berbeda-beda tergantung jenis jagung, tingkat kematangan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga merek produk.
Dengan demikian, tidak ada jawaban mutlak bahwa jagung segar selalu lebih sehat daripada jagung kalengan. Jagung segar memang unggul, terutama dari sisi kandungan natrium yang lebih rendah. Namun, jagung kalengan tetap dapat menjadi pilihan sehat dan praktis selama konsumen memilih produk dengan kandungan natrium lebih rendah dan bahan tambahan yang lebih sedikit.










