Anthropic: Houthi Gunakan Platform AI Claude untuk Buat Rudal Balistik

Anthropic: Houthi Gunakan Platform AI Claude untuk Buat Rudal Balistik

Terkini | okezone | Minggu, 13 September 2026 - 01:05
share

JAKARTA — Sebuah kelompok di Yaman berupaya menggunakan kecerdasan buatan (AI) Claude buatan Anthropic untuk membangun sistem pemandu, kendali, dan navigasi bagi rudal balistik, menurut pernyataan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Kamis (10/9/2026) mengenai upaya pencegahan penggunaan Claude secara ilegal di sejumlah negara, Anthropic menyatakan telah "mengidentifikasi sebuah kelompok pelaku ancaman yang berbasis di Yaman utara yang sedang menjalankan tiga program pengembangan senjata".

Wilayah Yaman utara merupakan basis kelompok Houthi, yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa.

Pekan ini, kelompok Houthi melancarkan serangan kilat yang memukul mundur pasukan yang setia kepada Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang berbasis di kota pelabuhan Aden.

Akibat serangan tersebut, kelompok Houthi kini menguasai wilayah yang luas di sepanjang pesisir Laut Merah di kawasan Teluk Arab, termasuk pulau-pulau strategis dan Selat Bab el-Mandeb—sebuah titik krusial bagi lalu lintas pelayaran global yang berbatasan dengan Eritrea, Djibouti, dan Yaman.

Program pengembangan tersebut mencakup "roket berpemandu yang menggunakan komputer penerbangan kelas ponsel komersial dengan sistem pemandu homing pada fase akhir; rudal balistik bertingkat dengan target jangkauan lebih dari 2.000 kilometer; serta rudal dengan berbagai varian... yang mencakup varian kendaraan luncur hipersonik".

 

Kelompok tersebut menggunakan Claude untuk mengembangkan perangkat lunak bagi senjata-senjata itu, sebuah tugas yang jika tidak demikian akan membutuhkan tim insinyur.

"Kami tidak memiliki bukti bahwa para pelaku berhasil mengoperasikan perangkat yang siap pakai; namun, mereka memang melakukan uji coba peluncuran roket kendali," kata Anthropic dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir Middle East Eye.

"Uji coba lapangan ini tampaknya gagal: dalam hitungan jam, para pelaku kembali menggunakan Claude untuk mencari tahu penyebab kegagalan tersebut."

Anthropic menyatakan telah memblokir akun-akun terkait segera setelah mendeteksi aktivitas ilegal tersebut.

Kelompok Houthi telah menerima pasokan senjata dan pelatihan dari Iran. Mereka juga mendapatkan bantuan militer dari Rusia, sebagaimana diungkapkan oleh Middle East Eye dalam laporan sebelumnya.

Namun, Houthi juga sangat menjunjung tinggi kemandirian mereka dan memiliki industri dalam negeri yang berfokus pada penguatan kemampuan militer serta intelijen mereka.

Saat mulai menyerang kapal-kapal di Laut Merah—sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina yang terkepung di Gaza menyusul invasi Israel ke wilayah tersebut pada tahun 2023—Houthi memanfaatkan data pelayaran komersial untuk menargetkan kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat, lapor MEE.
 

Topik Menarik