AS Tolak Permintaan Arab Saudi untuk Serang Houthi

AS Tolak Permintaan Arab Saudi untuk Serang Houthi

Terkini | okezone | Sabtu, 12 September 2026 - 01:05
share

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menolak permintaan Arab Saudi untuk melancarkan serangan militer langsung terhadap kelompok Houthi di Yaman setelah mereka merebut kota pesisir strategis Mocha, demikian dilaporkan situs berita Axios pada Kamis, (10/9//2026).

Menurut laporan tersebut, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menghubungi Presiden AS Donald Trump dua kali dalam waktu singkat untuk meminta operasi udara Amerika saat pasukan Houthi bergerak maju menuju Selat Bab al-Mandab.

Awalnya, sang putra mahkota menjelaskan situasi mundurnya pasukan sekutu Yaman sebelum secara resmi meminta intervensi militer langsung beberapa jam kemudian.

Trump menolak permintaan tersebut demi menjaga fokus Washington pada Iran dan Selat Hormuz serta menghindari pembukaan medan pertempuran baru, ungkap sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini kepada Axios.

Meskipun tidak akan melakukan serangan udara secara langsung, Gedung Putih sepakat untuk memberikan bantuan non-tempur dengan mengizinkan pengiriman informasi intelijen yang dapat ditindaklanjuti serta data penargetan kepada pasukan Arab Saudi.

Langkah berbagi intelijen ini melengkapi keberadaan sekitar 200 personel militer AS yang ditempatkan di kerajaan tersebut untuk menjalankan peran sebagai penasihat dan penghubung.

 

Washington juga mengutus Kepala Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, ke Arab Saudi pada Kamis untuk melakukan konsultasi dengan para pejabat senior pertahanan Saudi.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Riyadh dan kelompok Houthi. Saat berbicara di hadapan Dewan Keamanan PBB pada Kamis, Duta Besar Saudi Abdulaziz Alwasil menyatakan bahwa kerajaan akan mengambil "segala langkah yang diperlukan" setelah serangan Houthi terhadap lokasi-lokasi sipil di kota-kota wilayah selatan Arab Saudi awal pekan ini menyebabkan 73 orang terluka.

Penguasaan atas Mocha dan wilayah pesisir di sekitarnya memiliki nilai strategis karena lokasinya yang dekat dengan Selat Bab al-Mandeb, sebuah jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Yaman kembali dilanda pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi sejak awal Juli, setelah sempat menikmati masa tenang relatif berkat gencatan senjata yang dimulai pada April 2022.

Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa serta sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman sejak September 2014, sementara pemerintah yang diakui secara internasional beserta pasukan sekutunya menguasai wilayah di bagian selatan dan timur.

Arab Saudi memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi kelompok Houthi yang berpihak pada Iran sejak Maret 2015.

Topik Menarik