Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta Turun 3 Persen dalam 2 Tahun, Ini Strateginya

Pramono Targetkan Angka Stunting di Jakarta Turun 3 Persen dalam 2 Tahun, Ini Strateginya

Terkini | inews | Sabtu, 12 September 2026 - 02:05
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan angka stunting di Jakarta yang saat ini sekitar 17 persen turun menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan. Salah satu upaya yang diperkuat untuk mencapai target tersebut yakni melalui layanan posyandu, termasuk penerapan Smart Posyandu yang kini telah mencapai 70,44 persen.

Hal ini disampaikan Pramono saat menghadiri Pemberian Apresiasi Kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Pramono mengatakan, posyandu memiliki peran penting dalam strategi penurunan stunting melalui pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, imunisasi, serta pendampingan keluarga. 

Karena itu, dia meminta Dinas Kesehatan bersama kader Posyandu terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting di seluruh wilayah Jakarta.

“Smart Posyandu kita sudah 70 persen. Kalau perubahan ini terus dapat dijalankan dengan baik, maka posyandu tidak hanya mengurus kesehatan ibu dan anak, tetapi bisa menjadi lembaga menyeluruh tentang kesehatan warga,” ucap Pramono.

Politisi PDIP itu menilai, kader posyandu memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan keluarga. Kader turut menggerakkan perilaku hidup bersih dan sehat, mengingatkan imunisasi, memberikan edukasi gizi, serta mendorong warga melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas peran penting kader dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih sehat,” kata dia.

Selain berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan masyarakat, Pramono menyebut peran posyandu juga terlihat dalam penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta dari 445 menjadi 211 RW.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Salah satu faktornya adalah peran posyandu terutama untuk kesehatan anak dan ibu,” tuturnya.

Pramono berharap, Jambore Kader Posyandu tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik yang dapat diterapkan para kader di seluruh wilayah Jakarta.

“Kader kuat, posyandu aktif, tenaga kesehatan responsif, pemerintah hadir, dan masyarakat bergerak bersama. Itulah yang menjadikan Jakarta tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkualitas manusianya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung mengatakan, penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

“Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat,” kata Hani.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan sebanyak 3.148 dari 4.469 posyandu di Jakarta atau 70,44 persen telah menerapkan Smart Posyandu.

“Smart Posyandu mendorong layanan yang lebih terintegrasi berbasis data dan teknologi, sehingga deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut masalah kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” ucapnya.

Topik Menarik