6 Tips Berkendara Motor Aman saat Terpapar Abu Vulkanik
JAKARTA - Pengendara motor patut mewaspadai paparan abu vulkanik. Hal ini karena paparan abu vulkanik bisa berdampak terhadap keselamatan pengendara motor.
Belakangan ini Gunung Anak Krakatau menggeliat kembali. Gunung Anak Krakatau telah beberapa kali erupsi dalam beberapa hari terakhir.
Sebaran abu vulkanik tersebut meluas hingga ke wilayah Pulau Sumatera dan Jawa, termasuk wilayah Jabodetabek. Dalam kondisi ini, partikel abu vulkanik memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga mudah terbawa udara dan berpotensi masuk ke saluran pernapasan. Paparan abu juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, hingga tenggorokan. Selain dampak terhadap kesehatan juga bisa menganggu kondisi jalan serta jarak pandang pengendara yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan oleh skill, tetapi juga bagaimana pengendara memitigasi dan membaca risiko kecelakaan yang diakibatkan kondisi lingkungan. Saat menghadapi jalan yang terdampak abu vulkanik, pengendara perlu lebih tenang, tidak terburu-buru, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani, Rabu (9/9/2026).
Berikut 6 tips agar pengendara motor tetap aman saat perjalanan di tengah paparan debu vulkanik, sebagaimana dibagikan Wahana Makmur Sejati:
1. Pakai Helm dengan Visor Tertutup
Penggunaan helm dengan visor tertutup penting untuk membantu melindungi wajah dan mata dari partikel abu yang beterbangan. Abu yang masuk ke mata dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu konsentrasi pengendara, sehingga pastikan visor dalam kondisi bersih, tidak rusak, dan tetap memberikan pandangan jelas.
2. Pakai Masker
Partikel abu vulkanik yang sangat kecil berpotensi terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Pengendara disarankan menggunakan masker dengan kemampuan filtrasi yang baik, seperti N95, serta memastikan masker menutup hidung dan mulut dengan benar untuk membantu mengurangi paparan partikel dari udara.
3. Kurangi Kecepatan Berkendara
Kondisi jalan yang tertutup abu membutuhkan cara berkendara yang lebih safety. Pastikan kurangi kecepatan untuk dapat memiliki waktu pahami kondisi jalan, serta mengontrol sepeda motor dengan lebih baik ketika melintas di permukaan licin.
4. Tambah Jarak Aman
Menjaga jarak dengan kendaraan di depan menjadi semakin penting karena permukaan jalan yang tertutup abu dapat mengurangi daya cengkeram ban. Dengan memberikan ruang yang lebih jauh, pengendara memiliki waktu dan jarak yang cukup melakukan perlambatan apabila terjadi perubahan situasi secara mendadak.
5. Hindari Rem dan Manuver Mendadak
Jalan yang tertutup abu dapat menjadi lebih licin dibandingkan kondisi normal sehingga pengereman dan manuver mendadak perlu dihindari. Lakukan pengereman secara bertahap, serta lakukan perubahan arah dengan gerakan yang terukur agar keseimbangan sepeda motor tetap terjaga.
6. Jika Pandangan Terganggu, Jangan Dipaksakan
Apabila kondisi abu semakin tebal hingga mengganggu jarak pandang, pengendara tidak perlu memaksakan untuk melanjutkan perjalanan. Segera kurangi kecepatan, cari tempat yang aman untuk berhenti, dan apabila memungkinkan berlindung di area tertutup hingga kondisi lingkungan lebih aman untuk melakukan perjalanan.
“Pada kondisi seperti baru-baru ini pengendara harus mampu mengambil keputusan yang tepat. Apalagi paparan abu vulkanik yang terbawa angina begitu pekat, jangan terburu-buru serta jangan memaksakan perjalanan jika tidak memungkinkan. Mari jaga diri, jaga sesama, karena keselamatan di jalan juga berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lain,” tutur Agus Sani.








