Jasa Marga (JSMR) Ungkap Cara Jaga Dividen di Tengah Investasi Tol
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memastikan komitmennya untuk terus membagikan dividen kepada pemegang saham setiap tahun. Perseroan menyatakan akan menjaga stabilitas pembagian dividen dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan investasi perusahaan.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono mengatakan Jasa Marga memiliki karakteristik bisnis yang defensif sehingga mampu memberikan nilai berkelanjutan dalam jangka panjang.
"Kami memastikan memahami pentingnya konsistensi pembayaran dividen kepada pemegang saham yang kami serahkan dalam Dividend Payout Ratio (DPR) yang stabil, dan sesuai dengan ekspektasi," ujar Rivan dalam Public Expose Live, Rabu (9/9/2026).
Rivan mengatakan, komitmen tersebut tercermin dari pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Jasa Marga membagikan dividen sebesar Rp1,1 triliun kepada pemegang saham. Nilai tersebut setara dengan 31 persen dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025.
Ke depan, Rivan menegaskan perseroan akan terus menjaga stabilitas pembagian dividen secara nominal. Namun, kebijakan tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan.
"Kedepannya perseroan berkomitmen untuk terus menjaga bahwa stabilitas pembagian dividen ini secara nominal, dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangan, dan kebutuhan investasi dan keberlanjutan bisnis perseroan," jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, hingga Semester I 2026, kinerja Jasa Marga telah menunjukkan pertumbuhan positif dan berada di atas sejumlah target tahunan yang ditetapkan perseroan. Pendapatan usaha di luar pendapatan konstruksi tercatat tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp10,31 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,58 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh peningkatan volume lalu lintas, pengoperasian Jalan Tol Jogja-Solo seksi Klaten-Prambanan sejak Agustus 2025, serta dampak penyesuaian tarif di sejumlah ruas tol Jasa Marga.
Dari sisi EBITDA, perseroan membukukan pertumbuhan sebesar 8,1 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp6,99 triliun dari Rp6,47 triliun pada Semester I 2025. EBITDA margin juga meningkat dari 67,0 persen menjadi 67,8 persen.
Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 2,0 persen secara tahunan menjadi Rp1,91 triliun dari Rp1,87 triliun pada Semester I 2025.
Pertumbuhan kinerja tersebut turut ditopang oleh lalu lintas kendaraan yang masih terjaga. Pada Semester I 2026, volume lalu lintas mencapai 647,48 juta kendaraan, naik 1,70 persen dibandingkan 636,63 juta kendaraan pada periode yang sama tahun sebelumnya.










