KAI Logistis Siapkan Tarif Khusus Pengiriman Kontainer, Perkuat Kolaborasi dengan Shipping Line

KAI Logistis Siapkan Tarif Khusus Pengiriman Kontainer, Perkuat Kolaborasi dengan Shipping Line

Ekonomi | okezone | Kamis, 3 September 2026 - 18:24
share

JAKARTA - Kolaborasi antara perusahaan shipping line dan penyedia angkutan kereta api dinilai dapat memperkuat konektivitas multimoda sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi pelaku usaha dalam mendistribusikan barang. KAI Logistik mendorong kerja sama tersebut melalui pemanfaatan kereta api sebagai bagian dari rantai distribusi shipping line.

KAI Logistik menyiapkan program Shipping Line Special Rate yang berlangsung 1 September hingga 30 November 2026 khusus pelanggan segmen shipping line, baik pelanggan eksisting maupun calon pelanggan yang memenuhi ketentuan.

Melalui program tersebut, perusahaan shipping line dapat memanfaatkan tarif khusus untuk pengiriman kontainer pada relasi Jakarta–Surabaya pulang-pergi (PP) dan Jakarta–Semarang PP.

Shipping line merupakan perusahaan yang menyediakan layanan transportasi dan pengangkutan barang melalui jalur laut menggunakan kapal, termasuk mengelola pergerakan kontainer dalam rantai distribusi. Perannya menjadi bagian penting dalam ekosistem logistik karena menghubungkan arus barang antardaerah maupun antarnegara melalui transportasi laut dan konektivitas multimoda.

Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik Aniek Dwi Deviyanti mengatakan, kolaborasi dengan perusahaan shipping line menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan kereta api dalam rantai distribusi.

“Melalui Shipping Line Special Rate, kami ingin membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perusahaan shipping line dalam memanfaatkan kereta api sebagai bagian dari rantai distribusi. Kami berharap program ini dapat mendukung konektivitas logistik yang semakin efektif dan efisien,” ujar Aniek.

 

Fleksibel Sesuai Kebutuhan Distribusi

Program Shipping Line Special Rate dapat digunakan untuk pengiriman kontainer berukuran 20 feet dan 40 feet, baik kontainer berisi maupun kosong. Tarif disesuaikan dengan relasi dan jenis kontainer serta sudah termasuk biaya Lift On-Lift Off (LoLo) di stasiun muat dan bongkar.

KAI Logistik juga tidak menetapkan minimum volume pengiriman dalam program tersebut. Pelanggan dapat melakukan pemesanan sesuai kebutuhan dan ketersediaan kapasitas operasional.

Bagi perusahaan shipping line yang memiliki kebutuhan pengiriman dalam volume besar, KAI Logistik membuka ruang pembahasan lebih lanjut untuk menyesuaikan solusi berdasarkan volume, pola pengiriman, maupun relasi yang dibutuhkan.

Aniek mengatakan, fleksibilitas tersebut penting untuk mengakomodasi kebutuhan distribusi setiap pelanggan yang berbeda.

“Setiap pelanggan tentu memiliki kebutuhan distribusi yang berbeda. Karena itu, kami senantiasa terbuka untuk mendengarkan dan memahami kebutuhan tersebut, termasuk apabila terdapat potensi volume maupun kebutuhan relasi di luar cakupan program. Kami akan dengan senang hati mendiskusikan kebutuhan tersebut dan melihat alternatif layanan yang dapat disesuaikan,” tambah Aniek.

Melalui kolaborasi dengan perusahaan shipping line, KAI Logistik mendorong integrasi transportasi laut dan kereta api sebagai bagian dari rantai logistik yang lebih terhubung. Pemanfaatan kedua moda tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif distribusi yang fleksibel sekaligus mendukung kelancaran pergerakan barang antardaerah.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarmoda sehingga kebutuhan distribusi pelaku usaha dapat dilayani secara lebih efektif dan efisien.

Topik Menarik