Mengenal Cervicogenic Dizziness, Gerakan Sederhana untuk Hilangkan Pusing dan Kliyengan dari Leher

Mengenal Cervicogenic Dizziness, Gerakan Sederhana untuk Hilangkan Pusing dan Kliyengan dari Leher

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 3 September 2026 - 13:05
share

APAKAH kamu sering merasa pusing atau kliyengan? Rasa ini juga kerap muncul dari leher yang terasa kurang nyaman.

Biasanya, jika pusing atau kliyengan muncul, refleks pertama kita adalah memijat pelipis atau memejamkan mata sejenak. Namun, jika rasa pusing tersebut tak kunjung hilang, bisa jadi pangkal masalahnya bukan berada di area kepala, melainkan pada otot leher yang tegang akibat kebiasaan sehari-hari.

1. Pusing dan Kliyengan dari Leher

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, dalam unggahan video di akun Instagramnya mengungkapkan bahwa salah satu pemicu kondisi pusing yang kerap tidak disadari masyarakat adalah cervicogenic dizziness. Kondisi ini berkaitan erat dengan ketegangan pada otot leher bagian depan atau yang dikenal secara medis sebagai otot sternocleidomastoid (SCM).

"POV: Ngasih tau yang sering ngerasa pusing kliyengan, jangan cuma pijit pelipis, coba cara ini dulu (Cervicogenic Dizziness)," tulis dr. Cecep.

Mengapa otot leher bisa memicu pusing? Fenomena pusing akibat otot leher ini bukanlah mitos belaka, melainkan kondisi yang diakui dalam dunia medis. Otot leher depan (SCM) memiliki reseptor khusus yang berperan penting dalam membantu tubuh mengatur keseimbangan.

Kebiasaan buruk seperti terlalu sering menunduk saat menatap layar ponsel (gadget) dapat memicu ketegangan berlebih (trigger point) pada otot tersebut. Postur kepala yang terus-menerus maju ke depan atau turtle neck juga membuat keluhan pusing makin gampang kambuh. Kondisi ini memicu ketidaksesuaian sinyal sensorik di dalam tubuh (sensory mismatch).

"Mata bilang diam, leher bilang gerak, otak jadi bingung nyocokin sinyalnya, makanya kliyengan & pandangan buram," terang dia.

 

2. Mengenal Cervicogenic Dizziness

Untuk meredakan ketegangan otot SCM dan meredakan rasa pusing, dr. Cecep membagikan teknik pertolongan mandiri yang aman dan sederhana. Berikut langkah-langkah teknik SCM Release yang bisa dipraktikkan.

Pertama, menoleh dan mencari otot seperti kabel di bagian leher saat menoleh. Sebelum menekan bagian tersebut, pastikan area yang dipegang bukan pembuluh darah utama dengan cara mengecek denyutnya. Jika ragu, sebaiknya kamu menggeser titik tekan.

Setelah menemukan titik tekan tadi, cubit dan tarik keluar menggunakan tiga jari. Kemudian remas dan tahan diam pada titik yang terasa nyut-nyutan selama 30 sampai 60 detik tanpa digosok. Kamu bisa mengulangi cara di atas tiga sampai lima kali secara bergantian.

“Tempel handuk/botol hangat di leher samping, 10-15 menit sebelum tidur, biar otot lebih rileks. Kepala kebiasaan maju (Turtle Neck) bikin pusing gampang kambuh. Tarik dagu ke belakang (double chin) tiap 30 menit kerja. Hindari bantal ketinggian bikin dagu nempel dada. Pilih yang bikin leher tetep lurus sejajar tulang belakang,” jelas dr. Cecep.

Meski teknik ini praktis, dr. Cecep mengingatkan bahwa cervicogenic dizziness merupakan diagnosis penyingkiran, yang berarti baru bisa disimpulkan apabila kemungkinan penyebab medis lainnya sudah dipastikan tidak ada oleh dokter.

Teknik relaksasi ini juga sangat dilarang bagi individu yang memiliki riwayat penyakit stroke, gangguan pembekuan darah, atau benjolan di area leher. Masyarakat juga diimbau untuk segera mencari pertolongan medis darurat jika pusing yang dirasakan menunjukkan gejala bahaya

"Kerasa denyut jantung di jari? Lepas dan geser, itu nadi bukan otot. Abis nyubit malah tambah pusing/kunang-kunang? Lepas dan duduk dulu. Ke IGD kalau pusing disertai pandangan dobel, bicara pelo, lemas sebelah badan, atau muncul mendadak & berat," pungkas dia.

Topik Menarik