Benarkah Makan Tiga Kurma di Pagi Hari Bantu Lancarkan Pencernaan?
JAKARTA - Kurma selama ini dikenal sebagai buah yang identik dengan Ramadan. Namun, buah bercita rasa manis ini ternyata juga bisa menjadi salah satu pilihan makanan untuk mendukung kesehatan pencernaan.
Bahkan, mengonsumsi tiga buah kurma jenis Medjool pada pagi hari disebut dapat membantu menjaga pencernaan sekaligus mendukung kestabilan gula darah.
Melansir Verywell Health, kurma mengandung serat larut dan tidak larut yang berperan penting dalam sistem pencernaan. Serat tersebut membantu memperlambat proses penyerapan gula sekaligus mendukung buang air besar yang lebih teratur.
Alasan Kurma Baik untuk Pencernaan
Kurma memang memiliki rasa yang manis karena mengandung gula alami. Namun, buah ini juga mengandung serat sehingga gula tidak diserap ke dalam aliran darah terlalu cepat.
Serat dalam kurma membantu memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula. Kondisi tersebut membuat kenaikan gula darah berlangsung lebih bertahap dibandingkan ketika mengonsumsi makanan manis yang rendah serat.
Selain itu, serat juga membantu menjaga keteraturan buang air besar. Karena itu, memasukkan kurma dalam pola makan sehari-hari dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga fungsi pencernaan.
Benarkah Harus Makan Tiga Kurma?
Tiga buah kurma, khususnya jenis Medjool, menjadi porsi yang disebut dalam referensi tersebut. Namun, bukan berarti angka tiga memiliki efek khusus atau wajib diikuti semua orang.
Yang lebih penting adalah jumlah keseluruhan makanan yang dikonsumsi dan kebutuhan tubuh masing-masing. Kurma tetap mengandung gula alami dan kalori, sehingga sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Kurma juga tidak bisa dianggap sebagai obat untuk masalah pencernaan. Manfaatnya lebih tepat dilihat sebagai bagian dari pola makan seimbang yang kaya serat.
Selain kurma, ada sejumlah pilihan makanan dan minuman sederhana yang dapat mendukung kesehatan tubuh, antara lain:
1. Blueberry
Blueberry kaya akan antioksidan, termasuk antosianin. Senyawa ini diketahui dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mendukung kesehatan jantung. Blueberry juga bisa ditambahkan ke dalam yoghurt atau dikonsumsi langsung sebagai camilan.
2. Kacang tanah
Kacang tanah dapat menjadi pilihan camilan karena mengandung protein, serat, serta lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Kandungan tersebut membuat kacang tanah dapat membantu menjaga rasa kenyang sekaligus mendukung pengelolaan gula darah. Namun, perhatikan porsinya dan pilih kacang yang tidak mengandung terlalu banyak gula atau garam tambahan.
3. Air putih
Jangan lupa memenuhi kebutuhan cairan setiap hari. Air putih membantu tubuh mencegah dehidrasi dan mendukung kerja ginjal dalam menyaring limbah dari darah.
Bagi sebagian orang, minuman rendah kalori lainnya juga dapat menjadi sumber cairan. Namun, air putih tetap menjadi pilihan sederhana yang paling mudah untuk dikonsumsi sehari-hari.
4. Teh hijau
Teh hijau juga bisa menjadi pilihan minuman yang mendukung kesehatan jantung. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dikaitkan dengan penurunan peradangan, kolesterol, dan tekanan darah.
Meski begitu, teh hijau bukan pengganti obat atau terapi medis. Jika memiliki masalah kolesterol, tekanan darah, atau faktor risiko penyakit jantung, pengobatan tetap perlu mengikuti anjuran dokter.
Pada akhirnya, tidak ada satu makanan yang bisa menjadi solusi untuk semua masalah kesehatan. Kurma memang kaya serat dan dapat membantu mendukung pencernaan, tetapi manfaatnya akan lebih optimal jika dikombinasikan dengan pola makan seimbang, cukup minum, dan aktivitas fisik yang rutin.










