Setidaknya 20 Orang Hilang Setelah Banjir Bandang Terjang Grand Canyon
WASHINGTON - Petugas taman nasional Amerika Serikat (AS) telah meluncurkan upaya pencarian mendesak terhadap lebih dari 20 orang yang belum diketahui keberadaannya setelah terjadinya banjir bandang di Taman Nasional Grand Canyon, Arizona.
"Dinas Taman Nasional (National Park Service) meminta masyarakat untuk memberikan informasi mengenai lebih dari 20 orang yang mungkin hilang atau belum diketahui keberadaannya," demikian pernyataan badan tersebut pada Minggu (31/8/2026).
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch—yang terletak di bagian pedalaman taman yang terpencil di sepanjang Sungai Colorado—pada Sabtu (30/8/2026) sore.
Pihak pengelola taman mengimbau siapa pun yang memiliki informasi mengenai pendaki yang telah memesan tempat perkemahan atau sedang melintasi koridor Bright Angel Creek untuk segera menghubungi pihak berwenang.
Petugas dari Taman Nasional Grand Canyon di wilayah barat daya AS sedang berkoordinasi dengan Departemen Keamanan Publik Arizona untuk melakukan evakuasi dan mencari kemungkinan adanya korban.
Hingga Minggu, sebanyak 62 orang telah berhasil dievakuasi dari Phantom Ranch dan bagian bawah Jalur North Kaibab. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban luka.
Kerusakan Infrastruktur
Lonjakan air menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalur di taman nasional tersebut.
Hampir seluruh jembatan penyeberangan di atas Bright Angel Creek—anak sungai utama Sungai Colorado—hancur, sehingga akses pejalan kaki untuk melintasi aliran air tersebut terputus total.
Akibatnya, pihak pengelola taman menutup Phantom Ranch, Bumi Perkemahan Bright Angel, dan seluruh Jalur North Kaibab hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Black Bridge dan Silver Bridge, yang membentang di atas Sungai Colorado, juga telah ditutup untuk waktu yang belum ditentukan.
Sungai Colorado tetap ditutup bagi segala aktivitas pelayaran sungai karena adanya struktur logam dan puing-puing besar yang terbawa arus air.
Pihak berwenang memperingatkan kemungkinan terjadinya badai petir dan hujan lebat hingga Senin (31/8/2026) yang berpotensi memicu aliran material (debris flow), tanah longsor, atau jatuhan batu lebih lanjut.










