5 Profesi Bergaji Tinggi untuk Lulusan Kehutanan
JAKARTA - Lulusan jurusan Kehutanan memiliki peluang karier yang cukup beragam, tidak hanya bekerja di kawasan hutan. Bekal pengetahuan mengenai ekologi, pengelolaan sumber daya alam, satwa, hingga tanah membuat lulusan bidang ini dapat berkarier di lembaga nonprofit, penelitian, konservasi, maupun pemetaan.
Jurusan Kehutanan sendiri mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan hutan dan lingkungan, termasuk pengelolaan kayu, ekosistem tumbuhan, satwa, serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Lantas, apa saja profesi yang dapat ditekuni lulusan Kehutanan? Berikut beberapa di antaranya:
1. NGO
Lulusan Kehutanan dapat berkarier di Non-Governmental Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Profesi ini cocok bagi mereka yang ingin terlibat langsung dalam isu lingkungan dan kelestarian hutan.
Di lembaga nonprofit, lulusan Kehutanan dapat menangani berbagai persoalan, seperti penebangan liar, kebakaran hutan, perlindungan satwa, hingga kampanye pelestarian lingkungan.
VISION+ Rilis Teaser Trailer My Chef in Crime, saat Insting Memasak Jadi Kunci Kasus Kriminal
Penghasilan yang diperoleh dari profesi ini disebut berkisar antara Rp3,2 juta hingga Rp5,1 juta per bulan, tergantung posisi dan lembaga tempat bekerja.
2. Petani Hutan
Pilihan karier lainnya adalah menjadi petani hutan. Profesi ini memiliki konsep yang mirip dengan kegiatan bertani, tetapi lahan dan komoditas yang dikelola berkaitan dengan kawasan hutan.
Lulusan Kehutanan dapat memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk mengelola hasil hutan secara produktif sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan.
Berbeda dengan pekerjaan dengan gaji tetap, pendapatan petani hutan dapat bergantung pada jenis komoditas, luas lahan, serta hasil panen. Semakin besar hasil yang diperoleh, semakin tinggi pula potensi pendapatannya.
3. Peneliti
Dunia penelitian juga menjadi salah satu pilihan bagi sarjana Kehutanan. Pekerjaan ini berkaitan dengan kegiatan akademis dan penelitian mengenai berbagai persoalan di bidang kehutanan.
Seorang peneliti dapat melakukan riset mengenai ekosistem, tumbuhan, satwa, pengelolaan hutan, hingga perubahan lingkungan. Tidak jarang, kegiatan penelitian juga mengharuskan mereka turun langsung ke kawasan hutan untuk mengumpulkan data.
Hasil penelitian tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus bahan pertimbangan dalam pengelolaan hutan. Penghasilan seorang peneliti disebut berada di kisaran Rp4,5 juta hingga Rp7,1 juta per bulan.
4. Ahli Konservasi Hutan
Profesi berikutnya adalah ahli konservasi hutan. Pekerjaan ini berfokus pada upaya menjaga kelestarian hutan sekaligus melindungi berbagai flora dan fauna yang hidup di dalamnya.
Lulusan Kehutanan dapat bekerja di perusahaan yang memiliki program konservasi, lembaga lingkungan, maupun NGO yang bergerak di bidang pelestarian alam.
Untuk profesi ini, kisaran penghasilan yang disebutkan berada di angka Rp3,5 juta hingga Rp5,5 juta per bulan.
5. Bidang Pemetaan Hutan
Kemampuan memahami kondisi dan karakteristik kawasan hutan juga dapat membawa lulusan Kehutanan berkarier di bidang pemetaan.
Pekerja di bidang ini bertugas memetakan wilayah berdasarkan fungsi dan karakteristiknya, misalnya kawasan hutan lindung, hutan produksi, hingga wilayah dengan klasifikasi tertentu.
Pemetaan juga dapat digunakan untuk mengetahui persebaran tumbuhan dan kondisi suatu kawasan hutan. Penghasilan di bidang ini disebut berkisar Rp4,2 juta hingga Rp6,7 juta per bulan.
Dengan beragam pilihan tersebut, lulusan Kehutanan tidak harus terpaku pada pekerjaan yang berhubungan langsung dengan aktivitas di dalam hutan. Pengetahuan mengenai lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam dapat menjadi modal untuk memasuki berbagai bidang pekerjaan dengan prospek karier yang luas.










