72 Tersangka Karhutla, Polisi Ungkap Alasan Pelaku Pilih Bakar Lahan

72 Tersangka Karhutla, Polisi Ungkap Alasan Pelaku Pilih Bakar Lahan

Nasional | okezone | Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:30
share

JAKARTA – Polisi mengungkap alasan para pelaku melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla), di sejumlah wilayah Indonesia. Pembakaran dilakukan untuk mempermudah proses pembukaan lahan, sekaligus menekan biaya land clearing.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mohammad Irhamni mengatakan, penggunaan alat untuk membersihkan lahan membutuhkan biaya besar, mulai dari sewa alat hingga bahan bakar minyak (BBM).

"Karena untuk membersihkan, untuk dilakukan land clearing kan mahal kalau menggunakan alat, apalagi BBM mahal sekarang, menggunakan sewa alat mahal, paling mudah dibakar," ujar Irhamni kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Selain lebih murah, menurut Irhamni, abu hasil pembakaran dianggap dapat menyuburkan tanah sehingga metode tersebut menjadi salah satu cara yang dipilih pelaku untuk membuka lahan.

"Pasca pembakaran itu tanahnya menjadi lebih subur karena hasil pembakaran abu dan sebagainya itu bisa menjadi pupuk, makanya ini menjadi favorit untuk mereka melakukan modus seperti ini," tuturnya.

 

Irhamni mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan terhadap 72 tersangka kasus dugaan karhutla, sebagian besar pelaku mengaku sengaja membuka lahan dengan cara membakar.

Pembukaan lahan tersebut dilakukan saat musim kemarau untuk kemudian dimanfaatkan sebagai area perkebunan ketika musim hujan tiba, termasuk untuk perkebunan sawit.

"72 tersangka tersebut, sesuai hasil pemeriksaan tersangka dan para saksi, memang kebanyakan mereka sengaja membuka lahan kemudian melakukan pembakaran," katanya.

Menurutnya, para pelaku telah melakukan penebangan terlebih dahulu sebelum membakar lahan. Aktivitas tersebut ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

"Mereka sudah tiga bulan atau empat bulan lalu, itu mereka sudah tebang," tuturnya.

Polisi juga menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk menebang lahan, seperti parang dan alat lainnya.

Irhamni menyebut sebagian besar tersangka sementara mengaku melakukan pembakaran secara individu. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan kelompok maupun keterlibatan korporasi.

"Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum, mengejar pelaku-pelaku, baik individu atau korporasi yang terlibat," tegasnya.

Polisi juga akan menelusuri transaksi keuangan para tersangka untuk mengetahui apakah pembiayaan pembakaran berasal dari pihak lain atau terdapat aliran dana dari korporasi yang memerintahkan aksi tersebut.

"Sebagian besar pengakuannya masih individu, tetapi akan kami lihat dari transaksi keuangannya, apakah biaya itu biaya pribadi atau ada aliran dari korporasi yang menyuruh atau memerintahkan mereka melakukan pembakaran," pungkas Irhamni.

Topik Menarik