Dokter Sarankan Perempuan Kurangi Makan Seblak hingga Gorengan, demi Haid Lancar

Dokter Sarankan Perempuan Kurangi Makan Seblak hingga Gorengan, demi Haid Lancar

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:05
share

MENYANTAP makanan gurih dan pedas jadi comfort food bagi banyak orang, termasuk kaum hawa. Tak ayal, makanan seperti seblak, cimol, hingga gorengan kerap menjadi pilihan utama saat santai maupun saat memanjakan diri.

Namun, kebiasaan menyantap jajanan tersebut secara berlebihan ternyata menyimpan dampak negatif bagi kesehatan reproduksi perempuan. Khususnya terkait siklus menstruasi.

1. Kurangi Makan Seblak hingga Gorengan

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Noah Jefferson Permana, dalam unggahan di akun Threads miliknya mengimbau para perempuan untuk mulai membatasi asupan jajanan tinggi lemak dan karbohidrat tersebut. Hal ini perlu dilakukan demi menjaga kelancaran dan kenyamanan saat haid.

"Sebagai dokter, teruntuk perempuan, seblak, cimol, gorengannya jangan keseringan biar haidnya lancar dan lebih minim nyeri," tulis dr. Noah.

dr. Noah menjelaskan, meski memiliki rasa yang lezat, konsumsi jajanan tersebut dalam jumlah berlebihan memberikan dampak berantai pada tubuh akibat tingginya asupan lemak jenuh dan gula. Kondisi tersebut dapat memicu peradangan (inflamasi) kronis serta lonjakan gula darah dan insulin. Pada akhirnya, kondisi ini mengganggu keseimbangan hormon pengatur menstruasi.

"Bener emang enak, tapi kalo kebanyakan hormon pengatur haid kurang seimbang haid bisa gak teratur + lebih nyeri," terangnya.

 

2. Bukan Hanya Kacaukan Siklus Haid dan Tambah Rasa Nyeri

Tak hanya mengacaukan siklus dan menambah rasa nyeri saat haid, ketidakseimbangan hormon akibat pola makan yang kurang sehat ini juga berpotensi memunculkan masalah kesehatan dan kecantikan lainnya.

"Belom lagi, hormon kacau bisa bikin gampang jerawatan adu pusing kepala, mood swing tak karuan," lanjut dr. Noah.

Guna mengatasi craving atau keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan tidak sehat tersebut, dr. Noah membagikan beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari. Pertama, cukupi asupan air putih. Minum air putih yang cukup memberikan "efek kenyang" sementara untuk menahan dorongan ngemil.

Kedua, perbanyak konsumsi protein. Mengonsumsi makanan tinggi protein, seperti daging, dapat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama.

Ketiga, hindari begadang. Pola tidur yang teratur membuat hormon pengatur rasa lapar (seperti ghrrelin dan leptin) menjadi lebih stabil.

Meski langkah pencegahan lewat pola makan dapat membantu, dr. Noah mengingatkan agar perempuan tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika keluhan haid terus berlanjut.

"Kalau haidnya masih ada gangguan, periksa ke dokter ya. Sehat terus perempuan kuat," pungkasnya.

Topik Menarik