2 Petarung Indonesia yang Masuk UFC, Nomor 1 Bilal Hasan
ADA 2 petarung Indonesia yang berhasil mengharumkan Tanah Air karena sukses masuk Ultimate Fighting Championship (UFC). Kedua petarung itu sukses tampil luar biasa dan mampu menembus ketatnya persaingan global hingga main di ajang tarung bebas paling prestisius di dunia tersebut.
Kiprah membanggakan ini tentu menjadi sejarah tersendiri bagi perkembangan olahraga seni bela diri campuran atau Mix Martial Arts (MMA) di Indonesia. Hingga saat ini, tercatat ada dua petarung hebat berdarah atau berkebangsaan Indonesia yang resmi mendapatkan kontrak eksklusif untuk berlaga di ajang prestisius tersebut. Lantas siapa saja mereka?
Berikut 2 Petarung Indonesia yang Masuk UFC:
1. Bilal Hasan
Legenda Timnas Inggris dan Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia usai Berjuang Melawan Kanker
Petarung berusia 25 tahun berjuluk The Indo Ninja ini sukses mencatatkan namanya sebagai atlet terbaru asal Indonesia yang menembus panggung UFC. Kepastian itu diraih Bilal usai tampil gemilang di ajang Dana White's Contender Series (DWCS) yang dihelat di Meta Apex, Las Vegas pada 12 Agustus 2026 lalu.
Lahir di Oahu, Hawaii, dan besar di Washington, pemilik rekor profesional MMA 9-0 ini sukses meraih kemenangan TKO kilat hanya dalam durasi 45 detik saat menghadapi Mridul Saikia berkat pukulan telak serta serangan ground and pound yang mematikan.
Performa impresif tersebut membuat Presiden UFC, Dana White, melontarkan pujian setinggi langit dan memberikan kontrak resmi secara langsung, menjadikan Bilal sebagai petarung yang siap menggebrak divisi kelas terbang (flyweight).
2. Jeka Saragih
Jauh sebelum kesuksesan Bilal Hasan, petarung asal Simalungun, Sumatera Utara, Jeka Saragih telah lebih dulu mengukir sejarah emas sebagai pelopor dan petarung Indonesia pertama yang dikontrak resmi oleh UFC.
Kepastian kontrak tersebut didapatkan Jeka Saragih pada Februari 2023 setelah tampil sangat impresif dan berjuang habis-habisan dalam ajang pencarian bakat bergengsi Road to UFC.
Sebagai perintis di panggung utama, Jeka bertarung di divisi kelas ringan (lightweight) dan membuka jalan lebar bagi generasi petarung muda Indonesia lainnya untuk mengikuti jejak sukses bersaing dengan jagoan dunia di oktagon.
Kehadiran dua petarung hebat ini membuktikan talenta bela diri Indonesia memiliki kualitas dan mentalitas yang mampu bersaing di level tertinggi dunia, membawa harum nama bangsa di kancah internasional.










