Waspada! Polusi Udara Bisa Hambat Pertumbuhan Paru Anak hingga Dewasa

Waspada! Polusi Udara Bisa Hambat Pertumbuhan Paru Anak hingga Dewasa

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:05
share

JAKARTA — Ancaman polusi udara ternyata tidak hanya berdampak jangka pendek seperti batuk dan ISPA, tetapi juga membawa risiko jangka panjang yang serius bagi tumbuh kembang anak. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa paparan udara kotor sejak anak dalam kandungan dapat memperlambat perkembangan fungsi paru-paru hingga mereka memasuki usia dewasa awal.

Dokter Spesialis Paru, Prof. Erlina Burhan dalam unggahan di akun Instagramnya mengungkapkan satu penelitian dari Inggris yang mengungkapkan hal tersebut. 

"Ada satu temuan penelitian yang menurut saya penting untuk kita renungkan bersama. Sebuah studi terbaru di Inggris menunjukkan, polusi udara yang dihirup anak sejak dalam kandungan dapat memperlambat perkembangan parunya, dan dampaknya bisa dirasakan hingga usia dewasa awal," kata Prof. Erlina, dikutip Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, gangguan perkembangan ini berupa kapasitas paru anak yang terpengaruh dalam menampung dan mengalirkan udara, sehingga pertumbuhannya tidak optimal sesuai usia.

"Memperlambat pertumbuhan paru artinya, kapasitas paru anak untuk menampung dan mengalirkan udara berkembang lebih lambat dari yang seharusnya. Bayangkan sebuah wadah yang idealnya membesar seiring bertambahnya usia, tapi karena polusi, proses membesarnya jadi tertahan," ucapnya.

Dampak Paling Besar Terjadi pada Masa Remaja

Prof. Erlina menuturkan, studi tersebut memantau lebih dari 5.000 orang yang lahir di kawasan Bristol pada era 1990-an. Para peneliti mengikuti perkembangan paru-paru peserta dari lahir hingga mencapai usia 24 tahun, yakni usia puncak saat fungsi paru manusia berada di titik tertinggi dan berhenti berkembang. Dari pemantauan panjang tersebut, peneliti menemukan bahwa masa remaja merupakan fase paling krusial.

"Temuan pentingnya, dampak paling besar justru terjadi pada masa remaja, yaitu periode ketika paru sedang tumbuh paling pesat. Semakin banyak polusi yang dihirup sejak dini, semakin besar pula potensi paru tidak mencapai kapasitas maksimalnya kelak," ucap Prof. Erlina.

Renungan bagi Orang Tua 

Berkaca dari temuan tersebut, ia menyoroti indeks kualitas udara buruk di perkotaan di Indonesia salah satunya adalah Jakarta. Menurutnya, penelitian tersebut sangat relevan dan perlu direnungkan bagi para orang tua yang tengah membesarkan anak.

"Bagi kita di Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi udara tinggi, temuan ini tentu relevan untuk direnungkan, khususnya bagi orang tua yang membesarkan anak di tengah kualitas udara yang belum ideal," tuturnya.

Langkah Minimalisir Bahaya Polusi

Memakai masker. (Foto: dok Magnific/jcomp)

Meski demikian, Prof. Erlina memberikan beberapa langkah sederhana untuk meminimalkan risiko bahaya polusi udara pada pertumbuhan paru-paru anak. Seperti membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara buruk, menggunakan masker hingga menjaga sirkulasi udara di dalam rumah tetap bersih.

"Ada beberapa langkah sederhana yang bisa membantu, mulai dari membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara sedang buruk, menggunakan masker yang sesuai untuk anak, sampai menjaga sirkulasi udara bersih di dalam rumah. Semua ini adalah bentuk investasi untuk melindungi kesehatan paru anak sejak dini," ucap Prof. Erlina.

Topik Menarik