Dapat Restu 3 Poros Pesantren Besar, Gus Salam: NU Besar karena Barokah Kiai
JAKARTA - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi organisasi tersebut akan memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Langkah Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Kiai Abdussalam Shohib (Gus Salam) untuk maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU mendapat angin segar. Restu dari keluarga besar pesantren di PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, di PP Lirboyo dan PP Al-Falah, Ploso Kediri, mengalir.
“NU ini besar karena barokahnya para kiai. Fakta konstitusi bahwa NU didirikan oleh Ulama pondok pesantren. Tanpa restu dan doa mereka, kita bukan apa-apa. Ini ikhtiar saya agar kepemimpinan PBNU ke depan tetap berakar pada tradisi Aswaja dan pesantren,” ujar Gus Salam dikutip, Rabu (19/8/2026).
Puncaknya, Keluarga Besar Bani Bishri Syansuri secara resmi memberikan izin dan restu kepada Gus Salam. Penyerahan restu itu dilakukan dalam acara silaturahim keluarga di ndalem kasepuhan PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.
Gus Salam juga melanjutkan sowan ke keluarganya dari jalur ibu, yakni keluarga besar PP Lirboyo, Kediri Jawa Timur. Kedatangan Gus Salam disambut hangat KH Anwar Manshur yang juga Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, sekaligus Mustasyar PBNU.
Cicit pendiri NU ini memohon izin, doa dan restu agar ikhtiar memimpin PBNU diridhoi dan berharap dalam arahan masyayikh NU-Pesantren.
Selanjutnya, Gus Salam beserta keluarga Denanyar, bertolak ke PP Al-Falah Ploso, Kediri. Di sana ia bersilaturahim dengan sesepuh PP Al-Falah sekaligus gurunya, Mbah KH Nurul Huda Djazuli. Mbah Yai Da’, panggilan KH Nurul Huda Djazuli adalah ayahanda Gus Kautsar dan salah satu Mustasyar PBNU.
Bagi Gus Salam, meminta restu ke keluarga Bani Bishri, Lirboyo, dan Al-Falah Ploso adalah bagian dari adab. Ketiga pesantren ini merupakan poros penting dalam sejarah NU.
Termasuk sowan kepada ulama-kiai di berbagai daerah sebelum bersilaturahmi dengan PWNU-PCNU se-Indonesia.
Pelaksanaan muktamar ke-35 NU dijadwalkan 27-31 Agustus 2026. Hingga saat ini, PWNU, PCNU dan PCI NU belum ditetapkan dan mendapat undangan resmi untuk hadir sebagai peserta utusan. Namun demikian bagi Gus Salam, dengan mengantongi restu dari Denanyar, Lirboyo, dan Ploso, langkah dia menuju kursi Ketua Umum PBNU semakin kokoh.










