Ogah Pasang Target Serius saat Lawan Timnas Indonesia, Bangladesh Remehkan FIFA ASEAN Cup 2026?
KEPUTUSAN Federasi Sepak Bola Bangladesh (BFF) untuk menerima undangan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 ternyata tidak diiringi dengan ambisi besar. Menggantikan posisi India yang mundur akibat bentrok jadwal melawan Brasil, Bangladesh justru memandang ajang perdana yang digelar di Indonesia tersebut sebelah mata.
Alih-alih membidik gelar juara, skuad asuhan dari Asia Selatan tersebut secara terbuka menyatakan bahwa turnamen di Indonesia ini hanyalah sarana pemanasan. Fokus utama mereka tetap diarahkan sepenuhnya pada persiapan menuju SAFF Championship 2026.
1. Jadi Ajang Pemanasan
Keputusan bulat ini disampaikan langsung oleh anggota Komite Tim Nasional (NTC) sekaligus Komite Eksekutif BFF, Sayed Hasan Kanon. Menurutnya, tawaran ini diterima demi mencari pengalaman tanding melawan tim-tim kuat.
Proyek Blok Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
"Kami dengan suara bulat memberikan pendapat untuk ikut serta di FIFA ASEAN Cup sebagai bagian dari persiapan tim Bangladesh menghadapi SAFF Championship, karena Bangladesh akan menghadapi lawan-lawan yang lebih baik," ujar Kanon, dikutip dari media Vietnam, ZNews, Minggu (16/8/2026).
Selain aspek teknis untuk menguji ketahanan tim, faktor finansial dan fasilitas turut menjadi pertimbangan utama BFF. Mereka menilai opsi terbang ke Indonesia jauh lebih menguntungkan ketimbang menggelar turnamen empat negara di Dhaka.
"Selain itu, Bangladesh akan menerima uang partisipasi, sementara tuan rumah akan menyediakan akomodasi dan tiket pesawat, jadi ini merupakan pilihan yang baik bagi kami," tambah Kanon.
2. Dampaknya pada Timnas Indonesia
Sikap pragmatis yang ditunjukkan oleh Bangladesh ini langsung menuai sorotan tajam dari media asal Vietnam, Znews. Media tersebut menilai pandangan setengah hati Bangladesh membuat gengsi FIFA ASEAN Cup 2026 berada di bawah turnamen tradisional seperti Piala AFF.
Znews menyoroti bahwa sulit mengharapkan atmosfer kompetitif yang sengit apabila tim tamu hanya memperlakukan turnamen resmi FIFA layaknya laga persahabatan biasa. Hal ini dinilai memperkuat posisi turnamen regional berakar sejarah panjang dibanding ajang baru bentukan FIFA.
Kendati demikian, masuknya Bangladesh ke dalam Grup A Divisi Pertama memberikan dinamika tersendiri bagi Timnas Indonesia. Skuad Garuda kini dipastikan mendapat lawan baru untuk menguji kekuatan di kandang sendiri.
Bersama Malaysia dan Singapura, Timnas Indonesia akan menjamu Bangladesh di turnamen yang dijadwalkan berlangsung mulai 24 September hingga 4 Oktober 2026. Meski sang lawan hanya datang untuk pemanasan, laga ini tetap menjadi ujian penting bagi perjalanan Merah Putih.










