Riset: Minum Jus Buah Ini Bisa Turunkan Tekanan Darah
JAKARTA - Jus bit berpotensi menjadi salah satu pilihan minuman yang mendukung kesehatan jantung. Sebuah penelitian menemukan bahwa konsumsi jus bit secara rutin berkaitan dengan penurunan tekanan darah, terutama pada kelompok orang dewasa lanjut usia.
Temuan tersebut berasal dari penelitian yang diterbitkan dalam Free Radical Biology and Medicine. Studi ini menyoroti hubungan antara kandungan nitrat dalam bit, bakteri di dalam mulut, serta produksi oksida nitrat yang berperan dalam menjaga kelancaran aliran darah.
Penelitian Melibatkan Orang Dewasa Muda dan Lansia
Melansir laman Prevention, penelitian menggunakan metode uji silang acak tersamar ganda. Sebanyak 78 peserta dilibatkan dan dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan usia, yakni 42 orang dewasa berusia 18-30 tahun serta 36 orang dewasa berusia 67-79 tahun.
Para peserta menjalani tiga periode pengujian yang masing-masing berlangsung selama dua minggu. Setiap periode dipisahkan dengan jeda selama dua minggu.
Dalam penelitian tersebut, peserta mengonsumsi sekitar 70 mililiter jus bit yang kaya nitrat pada pagi dan sore hari. Sebagian peserta lainnya mendapatkan jus bit plasebo atau diminta berkumur menggunakan obat kumur selama 30 detik sebanyak dua kali sehari.
Para peneliti kemudian mengamati perubahan tekanan darah sekaligus kondisi mikrobioma mulut para peserta.
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kelompok orang dewasa yang lebih tua setelah mengonsumsi jus bit. Sementara itu, efek serupa tidak ditemukan pada kelompok peserta yang lebih muda.
Bakteri Mulut Ikut Berperan
Peneliti menduga manfaat tersebut berkaitan dengan perubahan komposisi bakteri di dalam mulut. Bakteri tertentu dapat membantu mengubah nitrat yang berasal dari makanan menjadi oksida nitrat.
Ahli jantung Padma Shenoy menjelaskan, oksida nitrat memiliki peran dalam membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga aliran darah dapat berlangsung dengan lebih baik.
Ahli gizi Elizabeth Adrian juga menjelaskan bahwa konsumsi jus bit dalam penelitian berkaitan dengan perubahan sejumlah bakteri di dalam mulut. Beberapa jenis bakteri yang lebih mampu mengolah nitrat mengalami peningkatan.
Dengan demikian, manfaat jus bit terhadap tekanan darah tidak hanya berkaitan dengan kandungan nutrisinya, tetapi juga kemungkinan adanya hubungan antara makanan, bakteri mulut, dan sistem pembuluh darah.
Bagaimana Jus Bit Memengaruhi Tekanan Darah?
Bit merupakan salah satu sayuran yang mengandung nitrat alami. Senyawa tersebut dapat diproses oleh bakteri di dalam mulut menjadi nitrit, yang selanjutnya berkontribusi terhadap pembentukan oksida nitrat di dalam tubuh.
Oksida nitrat diketahui membantu melebarkan dan merelaksasi pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat mendukung sirkulasi darah sekaligus berpotensi membantu menjaga tekanan darah.
Selain bit, nitrat alami juga dapat ditemukan dalam sejumlah sayuran seperti bayam dan arugula.
Para ahli juga menekankan bahwa nitrat yang berasal dari sayuran berbeda konteksnya dengan nitrat yang terdapat pada sejumlah makanan olahan. Konsumsi sayuran secara umum justru menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.
Apakah Jus Bit Bisa Menjadi Terapi Hipertensi?
Meski hasil penelitian menunjukkan potensi manfaat, jus bit belum dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan hipertensi. Penelitian tersebut masih memiliki jumlah peserta yang relatif kecil dan efek penurunan tekanan darah terutama terlihat pada kelompok usia lanjut.
Karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kelompok orang yang paling mungkin mendapatkan manfaat dari konsumsi jus bit serta seberapa besar efeknya dalam jangka panjang.
Mengonsumsi bit sebagai bagian dari pola makan sehat tetap dapat menjadi pilihan. Namun, bagi penderita tekanan darah tinggi, upaya menjaga tekanan darah sebaiknya tetap dilakukan secara menyeluruh, termasuk membatasi asupan garam, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, dan mengikuti anjuran dokter.
Dengan kata lain, jus bit berpotensi membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, tetapi bukan satu-satunya cara untuk mengendalikan tekanan darah.









