BRI JF3 2026 Hadirkan Kolaborasi Global, Dorong Fashion Indonesia Mendunia
JAKARTA - Memasuki tahun ke-22 penyelenggaraannya, BRI JF3 Fashion Festival 2026 semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pionir penyelenggaraan fashion show di Indonesia. Sejak pertama kali dihadirkan oleh Summarecon pada 2004, JF3 terus berkembang dari sebuah perhelatan mode menjadi ekosistem yang menghubungkan desainer, brand, pelaku kreatif, media, komunitas, retail, hingga jejaring internasional.
Perjalanan panjang tersebut memperlihatkan konsistensi JF3 dalam membuka panggung sekaligus peluang yang lebih luas bagi pelaku fashion. Di tengah industri yang semakin menuntut identitas kuat, kualitas eksekusi, pemahaman pasar, dan kesiapan bisnis, JF3 hadir sebagai platform yang mempertemukan kreativitas, kolaborasi, dan akses bagi desainer lokal maupun internasional.
Tahun ini, melalui tema “Recrafted: Shaping the Future”, BRI JF3 Fashion Festival 2026 menegaskan bahwa masa depan fashion lahir dari pertukaran budaya, penghargaan terhadap craftsmanship, serta kemampuan menghubungkan potensi kreatif dengan sistem yang tepat. Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian kolaborasi internasional yang mempertemukan desainer Indonesia dengan mitra dari berbagai negara.
Thresia Mareta, Advisor JF3 Fashion Festival, menyampaikan, “Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi.”
“Ia perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat. Di JF3 Fashion Festival, kami ingin membuka ruang agar desainer tidak hanya tampil, tetapi juga berkembang, bertukar, dan menemukan peluang untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Kekuatan BRI JF3 Fashion Festival tidak lepas dari fondasi yang dimilikinya sejak awal. Diinisiasi oleh Summarecon, festival ini memiliki keunggulan yang jarang dimiliki platform fashion lain di Indonesia, yaitu akses langsung ke pusat retail. Keunggulan tersebut memungkinkan JF3 menghadirkan ekosistem yang lebih utuh, mulai dari ruang presentasi kreatif di atas panggung hingga akses pasar dan konsumen secara langsung.
Soegianto Nagaria, Chairman JF3 Fashion Festival, menjelaskan, "Melalui JF3 Fashion Festival, kami menghubungkan proses kreatif dengan akses pasar yang nyata, dari runway langsung ke konsumen.”
“Industri fashion yang kuat tidak tumbuh dari satu event, tetapi dari ekosistem yang dibangun secara konsisten. Kami percaya bahwa kreativitas yang didukung oleh infrastruktur yang tepat akan menghasilkan dampak ekonomi yang jauh lebih besar," ucapnya.
Kolaborasi Lintas Negara, Bukti Kreativitas Tanpa Batas
Dalam membuka ruang pertukaran kreatif lintas negara, sejumlah kolaborasi internasional turut dihadirkan dalam rangkaian BRI JF3 Fashion Festival 2026.
TAREET X DENIMITUP
Salah satu bentuk kolaborasi internasional tahun ini hadir melalui kerja sama antara TAREET, brand asal Prancis milik Etienne, dengan DENIMITUP, peserta program akselerator PINTU. TAREET dikenal sebagai brand yang karyanya pernah dikenakan oleh Playboi Carti dan ENHYPEN, serta dipercaya merancang jersey Olympique de Marseille bersama PUMA.
Di BRI JF3 Fashion Festival 2026, keduanya menghadirkan show bertema “Fas Delman”, koleksi yang menerjemahkan pertemuan budaya Indonesia dan Senegal ke dalam bahasa streetwear kontemporer melalui siluet dan pendekatan desain modern. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana karya Indonesia dapat masuk ke dalam percakapan kreatif yang lebih luas melalui pertukaran gagasan, teknik, dan perspektif desain.
PINTU Residency: Dialog Kreatif Indonesia dan Prancis
Memasuki penyelenggaraan keduanya, PINTU Residency mempertemukan dua desainer Indonesia dan dua desainer Prancis dalam program residensi selama empat bulan. Program ini dikurasi oleh Thresia Mareta, Pascaline Wilhelm, dan Carol Meyer. Berlangsung sejak April hingga Juli 2026, para peserta menjalani proses riset bersama, mengeksplorasi teknik tekstil tradisional, bekerja langsung dengan komunitas artisan, serta mengembangkan koleksi melalui pertukaran pengetahuan dan budaya.
Di Lombok, desainer Prancis Mickaël Nana berkolaborasi dengan desainer Indonesia Beatrice Angelica untuk mengembangkan koleksi GARUDA. Koleksi ini memadukan pendekatan tailoring Barat dengan tenun dan songket Lombok, melalui interpretasi kontemporer terhadap simbol Garuda sebagai representasi kekuatan, kebebasan, dan identitas.
Sementara itu, di Mojokerto, Lisa Rayar dan Gabriel Marcella mengembangkan koleksi AU LARGE. Terinspirasi oleh tradisi maritim Prancis dan budaya pesisir Jawa, koleksi ini mempertemukan batik, struktur tailoring, dan referensi seragam dalam siluet kontemporer. Hasil dari kedua proses tersebut akan dipresentasikan untuk pertama kalinya di JF3 Fashion Festival 2026.
Lebih dari sekadar menghasilkan koleksi, PINTU Residency membangun ruang dialog antara desainer, artisan, material, teknik, dan latar budaya yang berbeda. Kolaborasi ini menjadi upaya untuk menciptakan proses kreatif yang setara, relevan, dan memiliki nilai jangka panjang bagi seluruh pihak yang terlibat.
LAKON Indonesia Supported by Euneun
JF3 2026 memperluas hubungan kreatif dengan Korea Selatan melalui presentasi LAKON Indonesia yang didukung oleh euneun, brand tas asal Korea Selatan. Dalam koleksi bertajuk “Harsa”, tas euneun hadir sebagai pelengkap yang memperkuat karakter tampilan di atas runway.
Di bawah arahan Creative Director Irsan, LAKON Indonesia melalui koleksi Harsa menampilkan 36 look yang mengangkat kekayaan batik dan bordir tangan Indonesia dalam bahasa desain modern melalui eksplorasi proporsi, konstruksi, serta material seperti katun poplin, katun voile, satin duchess, dan organza. Koleksi ini menjadi penghormatan LAKON Indonesia kepada para perajin, pembatik, pembordir, penjahit, dan seluruh tangan yang terlibat dalam proses penciptaan.
Kehadiran pendiri euneun sekaligus idol dan aktris Korea Selatan, Hahm Eun-jung, menjadi simbol semakin terbukanya ruang kolaborasi antara industri fashion Indonesia dan Korea Selatan.
Berbagai kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa JF3 tidak lagi hanya menjadi ruang presentasi karya, tetapi juga platform yang mempertemukan talenta, pengetahuan, jejaring, dan peluang pasar. Melalui kerja sama internasional, JF3 mendorong desainer dan brand Indonesia untuk tidak hanya tampil di panggung lokal, tetapi juga membangun kesiapan untuk berinteraksi dengan standar dan ekosistem global.
Dengan tema “Recrafted: Shaping the Future”, BRI JF3 Fashion Festival 2026 menegaskan komitmennya untuk membentuk masa depan fashion Indonesia melalui kreativitas, craftsmanship, pengembangan talenta, dan kolaborasi lintas negara. Dari panggung fashion show yang dirintis lebih dari dua dekade lalu, JF3 kini terus bergerak menjadi ekosistem yang membuka jalan bagi fashion Indonesia untuk tumbuh lebih kuat, relevan, dan berdaya saing.
Informasi terkini mengenai profil desainer dan rangkaian program BRI JF3 Fashion Festival 2026 dapat diikuti melalui situs resmi www.jf3.co.id dan akun Instagram @JF3_info.










