Tak Selalu Bikin Lumpuh, Ini Tanda Stroke di Otak Kecil yang Sering Tak Disadari

Tak Selalu Bikin Lumpuh, Ini Tanda Stroke di Otak Kecil yang Sering Tak Disadari

Gaya Hidup | okezone | Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:03
share

JAKARTA - Selama ini, masyarakat awam kerap mengaitkan penyakit stroke dengan kelumpuhan mendadak atau bentuk wajah yang berubah miring. Namun, di balik tanda-tanda yang mudah dikenali tersebut, terdapat jenis stroke senyap yang mengintai tanpa menunjukkan gejala klasik sama sekali. Kondisi ini terjadi ketika gangguan aliran darah tidak menyerang otak besar, melainkan bersembunyi di area otak kecil atau serebelum.

Dokter Spesialis Saraf dan Intervensi Nyeri Fajar Rudy Qimindra dalam unggahan video di akun Instagramnya membeberkan fenomena medis yang sering luput dari perhatian ini. Ia menjelaskan bahwa masyarakat umumnya selalu berpatokan pada indikator utama serangan stroke yang dikenal dengan istilah 3P.

“Gejala stroke yang tidak disangka-sangka. Gejala stroke, baik perdarahan maupun sumbatan, biasanya dikaitkan dengan 3P. Pelo, bicaranya berubah, perot wajahnya menceng, paresis itu lumpuh atau lemah separuh badan, tangan, dan kakinya," kata dr. Fajar, dikutip Minggu (9/8/2026).

Menariknya, pada kasus stroke yang menyerang area serebelum, seluruh tanda khas 3P tersebut justru sama sekali tidak ditemukan. Pasien tetap mampu berbicara lancar, raut wajah simetris, serta kekuatan otot tangan dan kaki tetap utuh. Kejelian medis kemudian diuji melalui dua bentuk tes koordinasi fisik yang sederhana untuk melihat respons motorik halus pasien.

"Tetapi ini tidak ada gejala itu semua. Kemudian kita lakukan pemeriksaan, dua pemeriksaan. Jari telunjuk ke hidung ternyata yang sebelah kiri tidak cekatan. Tes disdiadokokinesia, ternyata tangan kirinya juga tidak secekatan tangan kanannya," ucapnya.

Berangkat dari ketidakcekatan gerak pada salah satu sisi tangan tersebut, langkah pemindaian mendalam pun segera dilakukan. Hasil pencitraan medis mengonfirmasi secara pasti bahwa pemicu utama dari hilangnya kelincahan gerak tersebut berasal dari gangguan di area serebelum.

“Kemudian kita lakukan pemeriksaan CT scan, dan hasilnya luar biasa. Ada stroke bukan di otak besar, tetapi di otak kecil atau serebelum," kata dr. Fajar.

Serebelum sendiri memegang peranan kunci sebagai pusat kendali keseimbangan dan penyesuaian gerak tubuh. Oleh karena itu, serangan stroke di area otak kecil ini memunculkan sensasi limbung atau oyong alih-alih kelumpuhan total, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan rasa pusing berputar atau kehilangan keseimbangan secara mendadak.

“Jadi gejala-gejalanya memang tidak khas, karena stroke di serebelum tidak ada kelemahan motorik, tangan-kakinya kuat, hanya dia gangguan oyong/keseimbangan," tutur dr. Fajar.

Topik Menarik