Jetour T1 dan T2 Dibekali Teknologi i-DM, Apa Bedanya?

Jetour T1 dan T2 Dibekali Teknologi i-DM, Apa Bedanya?

Otomotif | okezone | Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:23
share

TANGERANG - Jetour T2 i-DM (inteliget dual mode) alias plug in hybrid electric vehicle (PHEV) meluncur pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang. Ini menjadi model PHEV kedua Jetour di Indonesia, setelah T1. Lalu, apa bedanya T1 i-DM dengan saudaranya tersebut, yang juga punya tampilan boxy? 

Teknologi i-DM mengintegrasikan tiga komponen utama, yaitu 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, motor listrik, dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Ketiga komponen ini bekerjauntuk menentukan sumber tenaga paling optimal sesuai kondisi berkendara. 

Sistem ini memungkinkan kendaraan beroperasi menggunakan tenaga listrik, mesin bensin, maupun kombinasi keduanya secara otomatis, sehingga menghasilkan performa yang responsif tanpa mengorbankan efisiensi.

Implementasi teknologi i-DM pada T1 dan T2 ternyata berbeda. Jetour T2 i-DM mengutamakan performa dan pengalaman adventure. Hal ini ditandai dengan penyematan dua motor listrik yang dipadukan dengan transmisi 3 speed DHT. Kombinasi tersebut diklaim menghasilkan akselerasi yang lebih responsif, tenaga lebih besar, serta kemampuan berkendara yang optimal di berbagai kondisi jalan. 

Sementara Jetour T1 i-DM menawarkan karakter berkendara yang lebih halus dan praktis. Hal ini melalui penggunaan satu motor listrik dengan transmisi 1 speed DHT.

“Intelligent Dual Mode (i-DM) kami hadirkan dengan karakter yang berbeda pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM, sehingga masing-masing mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen,” ujar Product Senior Manager PT Jetour Sales Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia, di arena GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).

Teknologi i-DM pada Jetour T series memiliki Hybrid Management System. Sistem inimemungkinkan kendaraan secara otomatis memilih skenario kerja sistem hybrid paling optimal sesuai kondisi berkendara.

Jetour T1 i-DM dibekali lima skenario hybrid, sedangka Jetour T2 i-DM didukung sembilan skenario hybrid. Pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter kendaraan melalui berbagai pilihan Driving Mode, Power Mode, dan Battery Level Mode sesuai kebutuhan perjalanan.

 

“Teknologi i-DM dirancang untuk menjaga efisiensi di berbagai kondisi berkendara. Sistem akan secara otomatis memilih skenario penggerak yang paling optimal, baik saat menghadapi lalu lintas stop and go di perkotaan maupun ketika melaju pada kecepatan tinggi di jalan tol, sehingga performa dan efisiensi tetap dapat berjalan beriringan,” tutur Product Trainer PT Jetour Sales Indonesia, Fatur Farhanda.

Jetour T2 i-DM diklaim dapat menempuh jarak hingga 1.200 km dengan kombinasi baterai dan tangki bahan bakar penuh. 

Kedua model itu sudah mendukung DC Fast Charging hingga 50 kW yang mampu mengisi baterai dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 27 menit. Selain itu, baterai juga dapat terisi secara otomatis saat kendaraan digunakan melalui regenerative braking maupun drive charging.

Di GIIAS 2026, Jetour T1 i-DM dibanderol Rp538 juta dan T2 i-DM dibanderol Rp688 juta. Harga tersebut berstatus on the road (OTR) Jakarta. 

Topik Menarik