Bintang Aston Villa Tyrone Mings Tersentuh dengan Sambutan Hangat, Kecewa Tak Sempat Cicipi Banyak Makanan Indonesia
JAKARTA – Tyrone Mings merasa tersentuh dengan sambutan hangat yang diterima skuad Aston Villa dalam kunjungan ke Indonesia. Tapi, ia menyesal karena tak sempat mencicipi lebih banyak makanan lokal.
1. Nyaman
Mings dan skuad Aston Villa datang dalam rangka tur pramusim. Bek berpaspor Inggris itu mengatakan, keramahan masyarakat Indonesia menjadi salah satu alasan dirinya merasa nyaman meski berada jauh dari rumah.
"Ya, baik. Terima kasih banyak atas sambutannya. Saya rasa kami telah dibuat merasa sangat diterima,” kata Mings, dikutip Minggu (2/8/2026).
“Kami merasa seperti di rumah sendiri, yang mana itu bukan hal yang mudah dilakukan ketika kami melakukan perjalanan sejauh ini dan berada jauh dari budaya yang kami kenal," sambung eks pemain Bournemouth itu.
Pemain yang telah mengoleksi 18 penampilan bersama Timnas Inggris itu juga mengaku menikmati seluruh fasilitas yang disediakan selama berada di Indonesia. Mulai dari hotel, lapangan latihan, hingga kondisi stadion dinilainya memberikan kenyamanan bagi tim.
Mings menyebut pengalaman yang dirasakan Aston Villa sejauh ini berjalan sangat positif. Tak lupa, ia memuji makanan Indonesia yang dinilainya enak-enak.
"Tapi ini sangat menyenangkan, orang-orangnya sangat menyambut. Makanannya enak, hotelnya tentu saja bagus. Secara keseluruhan ini pengalamannya sangat bagus," aku Mings.
2. Belum Berkesempatan
Meski memuji makanan Indonesia, Mings mengaku belum memiliki kesempatan untuk mencicipi berbagai kuliner khas Nusantara. Hal itu disebabkan seluruh pemain Aston Villa masih menjalani aturan pola makan yang ketat selama masa pramusim.
Menurutnya, tim pelatih dan staf nutrisi masih mengawasi secara ketat asupan makanan para pemain demi menjaga kondisi fisik menjelang pertandingan. Sebab itu, pemain berusia 33 tahun tersebut harus menunda keinginannya menikmati lebih banyak hidangan lokal.
"Tidak. Maksud saya, aturan diet kami cukup ketat tentang apa yang boleh dan tidak boleh kami makan. Jadi, semoga kami bisa mencoba beberapa makanan lokal pada suatu saat nanti. Tapi untuk saat ini, ada orang-orang yang cukup ketat mengawasi apa yang kami makan," ungkap Mings.










